Pencaker Antre Memperebutkan Lowongan Operator

Pencaker Antre Memperebutkan Lowongan Operator
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Liputankepri.com,Batam – Ribuan para pencari kerja sejak pukul 08.00 WIB memadati kawasan gedung MPH untuk mencari lowongan pekerjaan di sejumlah perusahaan yang ada di kawasan PT Batamindo Invesment Cakrawala (BIP) selaku pengelola kawasan industri Batamindo.

Sejak pukul 08.00 WIB, kawasan gedung MPH yang disediakan managemen PT Batamindo Invesment Cakrawala (BIP) dipadati pencari kerja.

Tak tanggung, orang yang mengantre untuk melamar lebih dari 3.000 orang. Sedangkan lowongan yang tersedia hanya 50 operator.

OK Simatupang, Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri mengatakan, pemandangan tersebut sangat miris.

Sebab hal itu menunjukkan Batam sangat minim lapangan pekerjaan. Sementara angka pengangguran terus meningkat.

“Parahnya lagi, pada saat bersamaan, ribuan buruh dari aliansi serikat masih berunjuk rasa dalam menuntut Upah Minimum Sektoral (UMS) di Batam,” tuturnya.

Padahal seharusya, mereka membantu mencarikan jalan keluar bagaimana Batam bisa kembali bergeliat seperti dulu.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang belum memeroleh pekerjaan. Bayangkan yang diterima hanya 50 operator, tapi yang melamar mencapai 3.000an. Artinya apa? Angka penggangguran di Batam masih tinggi,” ungkap OK menambahkan.

Aldo, salah satu pencari kerja mengaku, sejak sepekan lalu ia bolak-balik ke gedung tersebut untuk mengetahui apakah ada lowogan pekerjaan yang dibutuhkan.

Baru hari ini ada lowongan yang buka, namun hanya membutuhkan 50 operator. Itupun sebagian besar diperlukan untuk perempuan, sementara laki-laki hanya sekitar 15-an orang,” katanya.

Sebelumnya, Aldo bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Industri Sekupang. Namun karena dirinya mengikuti serikat pekerja dan kerap demo, kontrak dirinya tidak lagi diperpanjang perusahaan.

Berita Terkait :  Gerindra: Pemerintah Adalah Pihak Yang Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi KM.Sinar Bangun

“Jujur saya kecewa dan kapok ikut serikat,” imbuhnya.

Sebab, bukannya menambah gaji, malah dirinya kini menjadi pengangguran. Jika dihitung, sudah enam bulanan ini ia menganggur.

Saat ini dirinya berharap ada lowongan yang sesuai dengan kriteria pendidikan dan pengalamannya, agar dirinya bisa kembali bekerja.

“Tapi jika sampai bulan Ramadhan ini tetap tidak ada, terpaksa saya harus mudik dan mencari keberuntungan di kampung,” kata Aldo.(Sbr)

 

 

loading…


Tags:
banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.