oleh

Polisi Ringkus Oknum Wartawan Pencuri HT Dinas Polresta Barelang

Batam – Unit V Sat Reskrim Polresta Barelang meringkus oknum wartawan online berinisial KK (47) pelaku pencurian Handy Talky dinas Polresta Barelang, Sabtu (20/6/2020) Perum Maitre Garden Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK, MH melalui Kasubbag Humas Akp Betty Novia membenarkan kejadian tersebut dan kasus sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Barelang.

Betty mengatakan, kejadian berawal pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 sekira pukul 17.30 Wib, Sdr. KK berangkat dari Polda Kepri menuju ke Polresta Barelang untuk mengecek mobilnya yang sedang diamankan oleh Unit Laka Lantas.

Selanjutnya, sekira pukul 18.00 Wib pelaku dengan menggunakan Honda Beat warna hijau putih No. Pol.: BP 1030 GL miliknya tiba Polresta Barelang dan menuju ke ruangan Unit III Laka Lantas.

Berita Terkait :  Kurir Jaringan Narkoba Antar Negara di Bekuk Polisi

Kemudian pelaku mengambil 1 (satu) unit HT merek Motorola XTS 2500 yang sedang dicharge di atas meja yang kemudian diletakan di dasbor motor miliknya untuk dibawa pulang ke rumah.

Pada hari Jumat tanggal 19 Juni 2020, sekira pukul 17.30 Wib dilakukan introgasi dan diperlihatkan rekaman CCTV yang berada di ruangan Laka Lantas kepada pelaku dan pelaku mengakui perbuatannya bahwa ia telah mengambil 1 (satu) unit HANDY TALKY (HT) dengan merk Motorola XTS 2500 warna hitam.

“Pelaku mengambilnya melalui jendela dalam keadaan terbuka (tidak terkunci) di ruangan Unit III Laka Lantas Polresta Barelang,”terang Betty.

Dari tangan pelaku telah diamankan Barang Bukti 1 (satu) Unit HT, 1 (satu) helai baju warna hitam lengan panjang, 1 (satu) helai celana panjang warna hitam merk Marks dan 1 (satu) helai syal warna putih corak warna merah.

Berita Terkait :  TNI AL gagalkan penyelundupan rokok ilegal senilai Rp1,6 Miliar

Atas perbuatannya, pelaku diduga telah melakukan Tindak Pidana Pencurian sesuai dengan pasal 362 KUHPidana atau Pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 7 (tujuh) tahun,” jelas AKP Betty Novia melalui siaran pers.**

(Sbr/humas)

Bagikan Artikel ini :