Adipura Bukan Sekadar Piala

Adipura Bukan Sekadar Piala
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menunjukkan penghargaan Adipura.F.Ist
Posted by:
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pemerintah kabupaten Karimun Kepulauan Riau berturut-turut menerima penghargaan piala Adipura yang diterima pada tahun 2016-2017 lalu patut disambut dengan bangga oleh masyarakat Karimun.

Potret sampah berserakan di pemukiman warga pesisir Karimun.F.Ist

Potret sampah berserakan di pemukiman warga pesisir Karimun.F.Ist

loading…


Ini merupakan prestasi besar bagi pemerintah daerah serta Badan Kebersihan dan Lingkungan Hidup dengan pasukan kuningnya serta tim sukses pemenangan Adipura (atau apapun istilahnya) di seluruh lokasi/titik pantauan serta seluruh masyarakat Karimun.

Nampaknya tidak sia-sia mengadakan briefing, rapat dan pemantauan ke titik-ttiik sasaran di puskesmas/rumah sakit, perkantoran, sekolah dan kelurahan, jalan dan TPA, pasar dan terminal dengan berbagai pihak dan SKPD, dengan fokus pada kebersihan lokasi dan pengelolaan lingkungan.

Hingga saat ini pemerintah Kabupaten Karimun telah memperoleh penghargaan Adipura dua kali berturut-turut,pada tahun 2016 meraih Adipura Kirana kategori kota kecil terbersih dan tahun 2017 pemerintah karimun kembali meraih Adipura dengan kategori berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

Penilaian berdasarkan pada empat kategori wilayah, yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera dan juga dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Dengan demikian Bupati Karimun Aunur Rafiq dengan optimisnya dia akan memberlakukan Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2013 tentang kebersihan, dimana akan diberlakukan sangsi-sangsi denda bagi yang melanggar aturan Perda Nomor 7 Tahun 2017.

Bukan itu saja Aunur Rafiq mengatakan siap atau tidaknya masyarakat mengenai Perda Nomor 7 Tahun 2013 dan jika ada yang melanggar maka harus tetap dilakukan sangsi denda tersebut, dan nantinya akan diberlakukan pada akhir tahun 2017.

Barangkali pejabat kita telah berkali-kali mengatakan kalimat ini, karena memang bukan piala yang dicari atau diperebutkan (berapalah harganya piala Adipura, secara fisik bisa dibeli). Adipura adalah keberhasilan dan kebanggaan yang terkait dengan kebersihan dan keteduhan kota yang merupakan dambaan semua semua masyarakat Karimun.Bukan hanya keinginan bapak bupati semata.

Terobosan demi terobosan dilakukan oleh Bupati Karimun guna mempertahankan piala Adipura dengan mengerahkan 500 petugas kebersihan untuk melaksanakan program mewujudkan Karimun Bersih (Bersih, Indah dan Harmonis)dengan meningkatkan sarana prasarana kebersihan serta membuka ruang tata kota yang asri.

Hanya saja terobosan untuk mempertahankan piala Adipura ini Bupati Karimun lebih insten melakukan pengelolaan lingkungan hidup, pengaturan tata kota, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat kota dan desa dinilai belum maksimal.

Sebab pemerintah kabupaten Karimun hanya terfokus dengan cara konvensional tanpa di barengi dengan inovasi sebagai kota yang pernah meraih Pengahargaan Adipura dua tahun berturut sejak tahun 2016.

Disini Pemkab Karimun belum memiliki program yang bernama “Smart” Solutions yaitu suatu pendekatan menuju kota yang layak huni dan berkelanjutan yang mencakup beberapa komponen, di antaranya,smart economy, smart mobility, smart environment, dan smart living.

“Selama masyarakat masih berpikir kebutuhan dasarnya belum terpenuhi maka program sehebat apa pun tidak akan berhasil, hal inilah yang melatarbelakangi program tersebut tidak berjalan.

Untuk mengukur tingkat kepedulian masyarakat tentang kebersihan di tingkat kelurahan maka Pemkab Karimun perlunya mengadakan lomba Adipura di tingkat kelurahan dengan kriteria yang sama dengan tingkat nasional. “Sehingga kelurahan-kelurahan ini berlomba untuk menjadi yang tebaik, terbersih, rapi dan nyaman, dan tentunya di berikan penghargaan.

Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam program ini adalah keharusan keterlibatan masyarakat sangat besar. Terutama dalam membangun kesadaran (building awareness) dalam berperilaku tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.

Juga jangan hanya mendadak kita dalam suasana bersih dan rapi, seolah hanya kebijakan kosmetik menjelang penilaian,sementara dalam keadaan sehari-hari,sampah berserakan serta saluran air sering tersumbah sampah, sehingga saat hujan menimbulkan banjir.

Yang terpenting adalah membenahi perilaku warga menuju lebih peduli kesebersihan lingkungan,bukan sekedar butuh piala.(red)

 

 

# Ayo kita pertahankan kebersihan lingkungan kabupaten Karimun..!… .

 

 

 

.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.