Aktifitas Kayu Ilegal Didesa Lemang Diduga Sudah Berlangsung Lama

Aktifitas Kayu Ilegal Didesa Lemang Diduga Sudah Berlangsung Lama
Posted by:

LIPUTANKEPRI.COM,MerantiSubdistributor kayu ilegal didesa Lemang Kecamatan Ransang Barat bernama Gino diduga sudah berlangsung lama. Aktifitas menampung dan menyimpan kayu tanpa dokumen resmi dan terlibat bisnis kayu ilegal tersebut, Anehnya berlangsung aman.

Dari pantuan media ini dilapangan tepatnya di belakang rumah kediamam Gino didesa Lemang terdapat lebih kurang 10 ton tumpukan kayu yang diduga hasil bisnis ilegal berserta alat pemotong.

Menurut warga, tumpukan kayu tersebut milik Gino. yang diduga kuat hasil pembalakan liar yang ditampung Gino dari seputaran meranti,” ujar warga setempat berinisial BR.

Informasi yang beredar, Aktivitas ilegal tersebut aman dari sentuhan aparat dan masih bebas beroperasi hingga kini,“Kayu-kayu mereka berasal dari pembalakan liar di Kecamatan Tebing Tinggi Barat dan Kecamatan Tebing Tinggi Timur,” ujar sejumlah warga kepada Media ini, Minggu 17/03/2019.

Berita Terkait :  Kesbangpol Provinsi Riau dan Pemkab. Meranti Gelar Pemantapan Komunikasi Politk Parpol Se-Kabupaten Meranti

BR berharap, penegak hukum untuk bisa menindak aktivitas ilegal tersebut sebab akibat aktivitas pembalakan liar senging kalai terjadi kebakaran hutan maupun kebun masyarakat di meranti kota sagu ini.

Selain itu juga menjalankan bisnis jual beli kayu ilegal. Pelaku dijerat Pasal 88 ayat 1 huruf b dan c serta Pasal 14 huruf b dan c Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman pidana 5 tahun.

Gino, Pengusaha kayu ilegal tersebut ketika dikonfirmasi media ini melalui via telfon membenarkan dan mengakui adanya aktivitas tersebut.

“Ya, ada apa,? Saya lagi di dumai, saya membeli dari orang yang tidak kenal, nanti saya tanyakan dulu namanya,” Kata Gino kepada media ini lalu memutuskan komunikasi, Minggu 17/03/2019 siang.

Berita Terkait :  Lahan warga Kampung Baru Desa Sungai Gayung Kiri Ludes Terbakar

Dihubungi kemblai Gino tetap saja menutup nutupi dari mana didapatkan kayu-kayu tersebut.

“Mf betul mas kurang tau, soalnya Gino ambik pun sudah mahal. Sampai dirumah jarga bersih sebesar Rp 2jt 250 per ton,” kelah Gino.

Seperti diketahui, aktivitas bisnis kayu ilegal ini berada di wilayah hukum Polsek Ransang Barat. Namun sejauh ini tidak ada tindakan apa-apa dari Polsek Ransang Barat. (Tomy)

Bagikan Artikel ini :

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.