oleh

Bekerjasama Dengan Askab PSSI, Disparpora Kepulauan Meranti Gelar Pelatihan Pelatih Lisensi D

Liputankepri.com,SELATPANJANG – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti bekerjasama dengan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kepulauan Meranti menggelar pelatihan pelatih sepakbola lisensi D yang merupakan sertifikasi dasar di organisasi bola kaki tersebut.

Pelatihan yang digelar selama enam hari ini diikuti sebanyak 20 calon pelatih dari berbagai utusan klub sepakbola yang tergabung di Askab PSSI Kepulauan Meranti. 

“Di Meranti banyak pelatih muda dan berpotensi tapi belum memiliki lisensi. Makanya kami gelar pelatihan ini. Dengan harapan setelah ini mereka yang berusia muda ini melanjutkan ke level yang tinggi nantinya,’’ ujar Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, Tengku Arifin.

Dikatakan Tengku Arifin, pelatihan pelatih lisensi ini adalah pertama kali dilaksanakan di Kabupaten kepulauan Meranti. Dia berharap dengan adanya pelatihan ini bisa membuat sepakbola di Kepulauan Meranti semakin maju.

Berita Terkait :  Wabup Meranti melakukan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Pulau Merbau

“Saya berharap seluruh pelatih bisa memberikan ilmunya kepada klub dan

kita akan terus berupaya membuat kegiatan ini di tahun yang akan datang,” ujarnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Askab PSSI Kepulauan Meranti, Hery Saputra SH, dimana kepada para pelatih yang sudah mengikuti pelatihan diharapkan bisa menerapkan ilmu kepelatihan yang telah dipelajari.

“Kita minta kepada pelatih untuk mengaplikasikan ilmunya, dan kita PSSI tentu akan melakukan evaluasi. Dimana yang mempunyai integritas dan melakukan pelatihan rutin akan diberikan prioritas yang lebih, disana juga tentu akan berlaku reward dan punishment,” kata Hery Saputra.

Hery juga mengatakan, kursus pelatih tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia di bidang kepelatihan sepak bola. Hal ini juga untuk menjawab minimnya pelatih sepak bola yang memiliki sertifikasi di Kepulauan Meranti.

Berita Terkait :  Ada Perombakan, Berikut Susunan Alat Kelengkapan DPRD Meranti

“Ini baru pertama kali dilaksanakan, harapan kita dengan digelarnya pelatihan ini adalah bagaimana bermain selayaknya bermain sepakbola. Karena filosofi bermain sepakbola itukan sudah jelas seperti yang diatur dalam statuta, kita tak mau ada bermain tinju dan silat dalam sepakbola. Selain itu fokus kita pada kelompok umur dan mengenalkan apa itu sepakbola, disitu tidak hanya bermain bola tetapi ada pelatihan disiplin, tanggung jawab dan berbuat jujur, serta tidak curang,” ujar Hery.

Kedepannya, Askab PSSI Kepulauan Meranti akan membuat regulasi, dimana regulasi itu akan mengatur satu tim yang bermain harus didampingi pelatih yang sudah memiliki lisensi.

“Kita akan buat regulasi di PSSI bahwa pelatih yang mendampingi tim pertandingan adalah pelatih yang sudah memiliki lisensi,” kata Hery.

Berita Terkait :  Warga Rengkom Tanjungbatu Barat Gelar Permainan Rakyat

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah itu juga mengatakan seharusnya untuk satu klub dilatih oleh satu pelatih yang sudah memiliki lisensi.

“Pelatih yang sudah memiliki lisensi ada 6 orang, sementara dibawah naungan Askab PSSI Kepulauan Meranti ada 28 klub, 12 diantaranya mati suri. Itu artinya pelatih berlisensi masih kurang,” pungkas Hery.

Untuk diketahui, instrukstur pelatihan ini ditunjuk Syafrianto Rusli yang sudah meraihLisensi AFC Pro dibantu dengan pelatih lokal yang juga sudah memiliki lisensi. Praktik lapangan digelar di Lapangan Gelora Selatpanjang. (ali/An)

Bagikan Artikel ini :