oleh

Bupati Karimun: Mari kita sepakati 5 poin penting ini..

Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq menggelar Rakor tindaklanjut penyelesaian permasalahan Gereja Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun,Senin ( 17/2

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan 5 point hasil dari pertemuanya di Kementrian Agama sebagai Kesepakatan Bersama.

Dalam rapat koordinasi ini dengan tema Bersama Mari Bersenergi menciptakan Kehidupan Beragama yang Harmonis dan Dinamis.

Ini 5 Point yang telah disepakati bersama;

  1. Bupati Karimun menyampaikan 5 point hasil dari pertemuan Bupati Karimun di Kementrian Agama sebagai Kesepakatan Bersama.
  2. Semua pijak harus menghormati proses Hukum yang sedang berlangsung yang terkait keputusan PTUN tentang IMB Gereja Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun.
  3. Selama proses Hukum berlangsung kedua belah pihak mengupayakan dialog Dan Silaturahmi. Pihak Gereja tidak melakukan aktivitas Pembangunan dan semua pihak diminta tidak melakukan demo.
  4. Bupati Karimun telah menyampaikan terkait usulan dari Forum umat Islam Bersatu ( FUIB ) Dan Aliansi Peduli Kabupaten Karimun ( APKK ) tentang relokasi Pembangunan Gereja Dan menjadikan Gereja Paroki Santo Joseph cagar Budaya can pihak Gereja melalui uskup pangkal Pinang akan mempelajari Sambil menunggu proses hukum yang sudah berlangsung.
  5. Kementrian Agama, Bupati, uskup , Kanwil kemenag kepri akan melakukan Silaturahmi ke Kabupaten Karimun untuk bertemu masyaràkat dalam upaya menciptakan situasi yang Harmonis bagi Kehidupan umat Beragama di Kabupaten Karimun.
  6. Semua pihak harus menghormati hasil keputusan PTUN yang sedang berlangsung.
Berita Terkait :  Bupati Karimun Coffee Morning Bersama BPKP Kepri

Selanjutnya,Bupati Karimun Aunur Rafiq mengajak semua pihak yang hadir untuk membuat Kesepakatan Bersama dengan membuat pernyataan terkait kondusif Kabupaten Karimun yang Aman damai Dan sangat menjunjung tinggi Toleransi Umat Beragama.

“Masing- masing pihak agar dapat meluruskan baik itu dari Perwakilan pihak Gereja agar dapat meluruskan pemberitaan yang bersdar agar tidak terajadi kesalahpahaman di tengah – tengah masyaràkat untuk menyampaikan kepada umat untuk bijak dalam menggunakan media Sosial dan tidak terpancing isu Sara Agama.

Begitu Juga dari pihak ormas FUIB Dan APKK agar dapat menahan Diri dan menghormati proses Hukum dan dapat mensosialisasikan dan meluruskan Informasi kepada masanya agar masyaràkat lebih bijak menyikapi pemberitaan di media Sosial.

Berita Terkait :  Plh Bupati Kampar sampaikan pidato KUA PPAS APBD Kabupaten Kampar 2020

Aunur Rafiq menekankan kembali untuk menghormati dan mematuhi apa yang menjadi pedoman saat ini yaitu 5 point penting yang menjadi Kesepakatan bersama antara pihak Pemerintah Daerah dengan Pihak Keuskupan Pangkal Pinang.

“Mari kita sepakati 5 poin penting ini yang di fasilitasi oleh pihak Kementrian Agama RI agar dapat Kita hormati dan laksanakan demi terwujudnya Karimun Aman Dan Harmonis,”harap Rafiq.

Turut hadir, Wakil Bupati Karimun, FKPD Kabupaten Karimun ( Kapolres, Danlanal, Dandim dan Kajari ), Wakil Ketua DPRD, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Karimun, Tim Atensi Polda Kepri, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Karimun, Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Asisten I, Ketua Forum Umat Islam Bersatu ( FUIB ), Ketua Aliansi Peduli Kabupaten Karimun( APKK ),

Berita Terkait :  Hujan Deras Tunda Upacara HUT Kabupaten Karimun Ke-18

Ketua LAM Kabupaten Karimun, Ketua Lembaga Melayu Bersatu ( LMB ), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ), Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ( FPK ) dan Ketua Makelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Karimun, Panitia Pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun dan Ketua Pemuda Khatolik Kabupaten Karimun.***

(ura/rls)

Bagikan Artikel ini :