oleh

Dana Insentif Tenaga Kesehatan RSUD HM Sani Dilaporkan ke Jaksa

Karimun Enam orang dari RSUD M Sani mendatangi Kejaksaan melaporkan dugaan hak insentif tenaga kesehatan (nakes) virus Corona (COVID-19) RSUD HM.Sani, Senin (4/1/2021).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karimun, Andriansyah mengatakan bahwa laporan tersebut terkait laporan hak pembayaran tenaga kerja kesehatan RSUD M Sani insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani virus Corona.

“Tadi yang dipanggil ada enam orang dari Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani terkait laporan pembayaran insentif (honor nakes) di tingkat RSUD M Sani ,” kata Andriansyah di kantor Kejari Karimun.

Dari laporan tersebut, lanjut Andriansyah Kejaksaan Karimun akan melakukan tindak lanjut dari laporan tersebut. Kejari Karimun masih menggali, dimana titik kesalahannya keterlambatan dana insentif Covid-19 tersebut.

Berita Terkait :  Polda Kepri Terima Laporan Soal Dugaan Pembunuhan Haji Permata

“Keterlambatan dana insentif Covid-19, terjadi dua bulan yaitu bulan November dan Desember 2020 lalu dengan total anggarannya mencapai Rp1,4 miliar, ujarnya.

”Setelah saya koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan, mereka melempar tanggungjawab kepada pihak RSUD terjadinya keterlambatan tersebut,” kata Andriansyah menambahkan.

Andriansyah mengatakan, pihaknya akan mengundang kedua belah pihak yaitu manajemen RSUD M Sani dan Dinas Kesehatan Karimun pada besok (Selasa-red) di kantor Kejari Karimun.

”Untuk para personil kita belum dapat datanya. Perbulannya, Rp700 ribu dan saya telah cek ke Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih ada uangnya. Akibat keterlambatan, maka uangnya masuk kembali ke BPKAD,” terangnya.

Maka, kata Andriansyah pihaknya akan melakukan konfrontir kepada kedua belah pihak. Kenapa bisa terjadi keterlambatan, pencairan dana insentif Covid-19 bagi nakes di RSUD M Sani.

Berita Terkait :  ASN Bolos, Mendagri Beri Sanksi Pemotongan Tunjangan

” Hari ini hanya menyampaikan secara lisan saja, datanya belum saya pegang,” ,tutupnya mengakhiri.

Sementara itu dari pantauan awak media dilapangan, terlihat ada dua papan bunga cukup besar di depan kantor Kejaksaan Negeri Karimun yang bertuliskan ”yth pejabat daerah kab. karimun tolong berikan hak kami sbg Melawan Pandemi COVID-19 #INSENTIF-NAKES#.

Sedangkan, perwakilan nakes yang telah mengadukan kepada pihak kejaksaan tidak memberikan keterangan sepatah kata. Dan, langsung menaiki mobil minibus warna silver tanpa menggunakan plat nomor.**

(ura/ms)

Bagikan Artikel ini :

Komentar

Tinggalkan Balasan