banner 200x200

Di Guncang Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG Surabaya

Di Guncang Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG Surabaya
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Liputankepricom,SURABAYA – Guncangan gempa yang terasa di Surabaya pada pukul 01.44 WIB Kamis (11/10), akibat dari dampak lokasi gempa yang berlokasi di laut pada jarak 56 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 km. Guncangan tersebut membuat sebagian masyarakat resah.

Kepala Kelompok Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak II Surabaya, Ari Widjajanto mengatakan guncangan gempa di Situbondo dirasakan masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

“Ya itu (gempa,Red) lokasinya memang terletak di timur laut Situbondo, namun yang terasa keras guncangannya ada di Sumenep, Madura. Disitu kan banyak pulau-pulau kecil, jadi masyarakat sekitar sana paling keras merasakannya,” katanya, Kamis (11/10).

Setelah ditindak lanjuti dan pengolahan yang dilengkapi dengan data gempa hasil catatan dari 156 sensor seismik diperoleh magnitudo hasil pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,0 SR. Melihat mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar atau yang biasa disebut strike, gempa ini tampak ada kemiripan mekanisme sumber dengan gempa-gempa terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores.

“Kita masih akan lakukan kaji dan analisis lebih lanjut,” ujar Ari.

Berdasarkan peta seismisitas dan sejarah kegempannya, zona ini merupakan kawasan seismisitas rendah (low seismicity). Ari mengimbau pada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk tetap waspada jika suatu saat terjadi gempa susulan.

Menurutnya, gempa pertama dan gempa susulan sama bahanya. Oleh karena itu ia menekankan lagi, agar masyarakat mempelajari mitigasi tanggap bencana alam yang diperoleh dari BMKG.

Yang pertama, Ari memberikan saran agar masyarakat tidak panik saat terjadi gempa bumi. Kedua, ia berharap agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang bukan pernyataan resmi dari BMKG. Dan ketiga, agar masyarakat memahami keadaan bagunan rumah, gedung, dan barang apa saja yang ada di sekitarnya untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Berita Terkait :  Sijago Merah Mengamuk,Satu Rumah Kayu Hangus Terbakar

“Sekali lagi kami peringatkan, kalau telah terjadi gempa pertama jangan sampai berada di dalam bangunan. Sebelumnya harus di cek terlebih dahulu kondisi bangunannya apakah ada keretakan, ataukah posisinya doyong. Jika ada gempa susulan itu akan berpotensi ambruk dan menyebabkan korban jiwa,” pungkasnya.(Rls)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.