Diduga Kekurangan BBM,Tujuh Crew Kapal TB Buana Power 5 Asal Karimun Terdampar

Diduga Kekurangan BBM,Tujuh Crew Kapal TB Buana Power 5 Asal Karimun Terdampar
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Liputankepri.com,Meranti – Nasib sial menimpa Sebuah Kapal Tug Boat beserta tujuh (7) orang crew asal Tanjung Balai Karimun, dimana kapal tersebut diketahui terdampar di perairan desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir.Kabupaten Meranti

Kapal dengan GT. 65NO3370/PPN2013Ppn No.2971/L yang diketahui Milik PT. Sandico Ocean Line ( SOL ) diperkirakan sudah terdampar sejak jumat ( 04/02/18 ) kemaren itu hingga saat berita ini diturunkan belum bisa melakukan olah gerak dikarenakan badan kapal kandas di bibir pantai.

Manager Oprasional PT. SOL saat dikonfirmasi melalui telpon membenarkan hal itu ” Memang kapal kami TB. Buana Power 5 mengalami kehabisan BBM, tetapi kami sudah mengerahkan bantuan tiga hari yang lalu”.

Saat awak media menyinggung permasalah kapal yang kehabisan BBM beliau menjelaskan bahwa ” Itu bukan dibidang saya, ada lagi yang mengurus tentang itu dikantor, nanti kita coba tanyakan”,

Dari keterangan (Edi) nelayan di sekitar TB tersebut terdampar mengatakan bahwa kapal tersebut sudah nampak sekitar seminggu belakangan ini “kami kira itu kapal mau masukkan muatan di sekitar sini, tetapi setelah beberapa hari kami coba menghampiri dan ABK kapal tersebut bilang bahwa kapal kami kandas”.

dari hasil pantauan awak media langsung ke lapangan sangatlah mengejutkan, dari tujuh (7) orang jumlah crew kapal tersebut sekarang hanya tinggal lima (5) dikarenakan dua orang crew lainnya nekat terjun ke laut dan meniti hutan bakau untuk pulang.

Sementara itu kondisi kapal yang dinilai sangat tidak layak di jalankan tetapi bisa diberikan izin berlayar oleh Syahbandar Tg. Balai karimun.

Diketahui Tug boat “Buana Power 5” tersebut kondisinya banyak yang tidak sesuai dengan prosedur pelayaran, seperti Jangkar yang tidak berfungsi, tidak ada jangkar sama sekali di tongkang/ponton nya, termasuk penemuan Safety Equitment yang sudah habis masa berlakunya, Epirb,
Parabcute Signal, Red hand flare, Smoke signal dan Life bouy udah pecah.

 

Sementara itu salah seorang crew kapal yang tak mau disebut namanya mengatakan ” Kejadian ini jelas-jelas kesalahan Perusahaan, Dimana kapal kami ini mempunyai rute dari Tg.balai ke Tg.batu dengan membawa tongkang, terus disana (Tg.batu) kami loading muatan tanah merah untuk di antarkan ke Rupat.

Awalnya saya dikonfirmasi Perusahaan untuk Banker BBM kapal sebesar 9 Ton, ternyata hanya di isi 5 Ton. Kalau ke rupat kita memang sampai, tetapi waktu arah balik ke Tg. Balai Kamis (01/02/18) kami kehabisan BBM disekitar TG.sekudi dengan lintang : 01’09,068 N Bujur 103’43,434″ E

Kami sempat kehabisan stok air Minum makanan dikarenakan stok waktu itu hanya cukup untuk tiga hari, tapi sekarang bantuan makanan, air bersih dan BBM sudah ada, diantar sama kapal perusahaan juga.

Untuk selanjutnya kami hanya menunggu Ijin berlayar yang dikelurkan syahbandar di selatpanjang dan juga menunggu air laut pasang.

Sementara itu kondisi tongkang masih disandarkan di hutan sekitar desa Kedabu rapat”. Tambahnya ke wartawan.(Rio/An)

 

 

 


loading…


banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.