Diduga Mengedarkan Sabu, Oknum PNS di Karimun Diamankan Polisi

Diduga Mengedarkan Sabu, Oknum PNS di Karimun Diamankan Polisi
Posted by:
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

liputankepri.com, KARIMUN – Salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun berinisial DI (32), diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karimun di rumahnya di Batu Lipai, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral , Minggu (8/7/2018) sekira pukul 22.30 WIB.

Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya bersama Oknum PNS Karimun yang terlibat peredaran Narkoba, Jumat (13/7/2018)

loading…


Pelaku diringkus bersama seorang temannya berinisial AM, beserta barang bukti 10 paket kecil narkoba jenis sabu seberat 3,96 gram yang disimpan dalam dompet warna hitam, timbangan digital dan alat hisab sabu (bong).

Saat diinterogasi petugas, pelaku yang merupakan pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun ini mengakui, narkoba yang di milikinya dibeli dari seseorang berinisial IW yang hingga saat ini masih buron.

Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya didampingi Kasat Resnarkoba Polres Karimun AKP Rayendra Arga Prayana mengatakan, bahwa pihaknya sudah lama melakukan pengintaian terhadap pelaku. Setelah mengumpulkan bukti-bukti langsung melakukan penyergapan yang di ketahui Ketua RT setempat.

“Kita langsung melakukan penyergapan yang di ketahui oleh RT setempat, setelah memperoleh cukup bukti dan informasi dari warga. Saat penyergapan di temukanlah 10 paket sabu milik pelaku,” kata Wakapolres saat menyampaikan siaran pers, Jumat (13/7/2018).

Hingga saat ini kedua pelaku di tahan di Mapolres Karimun, polisi juga masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap IW yang masih buron.

Selain barang bukti 10 paket kecil narkoba jenis sabu, polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa 1 buah handphone merk Nokia yang diduga sebagai alat transaksi narkoba.

Sesuai hukum yang berlaku, pelaku melanggar pasal 114 dan pasal 112 Undang-undan Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun serta denda paling banyak Rp 8 Milyar. (syah)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.