Diduga PT RAPP dan Kades Lukit Bekerjasama Serobot Lahan Masyarakat Kini Menguap

Diduga PT RAPP dan Kades Lukit Bekerjasama Serobot Lahan Masyarakat Kini Menguap
Posted by:


Liputankepri.com,SelatpanjangPersolan indikasi penyerobotan berencana lahan masyarakat pada 2010 lalu yang diduga dilakukan kepala Desa Lukit berkerjasama dengan pihak Perusahaan PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) untuk pembangunan jalan Koledor perusuhaan PT. RAPP. Rabu 10-07-2019.

Persoalan tersebut terungkap berdasarkan informasi dan Investigasi yang diterima Tim media dilapangan diketahui PT. RAPP telah melakukan ganti kepada beberapa pemilik lahan yang berada di tanjung Gambar Desa Lukit Kecamatan Merbau Kabupaten meranti pada hari kamis tanggal 01 juli 2010 dengan harga yang lahan belum panen Rp 12.000/m dan yang sudah panen Rp. 22.000/m berdasarkan kesepakatan yang ditanda tangani bersama.

Sebagaimana dalam keterangan Jumilan kepala Desa Lukit kepada tim media membenarkan lahan tesebut telah diganti rugi PT.RAPP.

“Ya. Lahan tersebut sudah diganti rugi PT. RAPP kepada 8 orang termasuk saya sendiri, awalnya lahan tersebut seluruhnya milik Zainal Abidin lengkap dengan Dokumen Aslinya Sebelum dibagi 8 Petak. Berdasarkan dokumen dari Zainal Abidin lah kami bisa memecahkan dan membuat surat atas nama kami, dan benar saya yang bertanda tangan disurat kesepakatan ganti rugi itu, kalo harga yang di ganti rugi PT.RAPP saya sudah lupa, kejadiannya tahun 2010 yang lalu.” kata Jumilan saat ditemui dikediamannya rabu 10-07-2019.

Ketika dipertanyakan terkait persoalan yang terjadi bahwa PT.RAPP telah melakukan ganti rugi lahan tersebut 2 kali, pertama tahun 2010 dan kedua ditahun 2013 yang lalu pihak PT RAPP kembali melakukan pembayaran pembebasan lahan dilakukan dipangkalan Kerinci dengan 6 Poin pembicaraan dalam Risalah pertemuan yang dilakukan pada hari selasa 26-11-013 yang lalu dengan jumlah Rp 25.000.000/Ha kepada Dahlan dengan SKT nomor:23/SKT/XII/2011 tanggal 20 Desember 2011.

Menanggapi persoalan tersebut Jumilan tidak berkomentar banyak terkesan buang Badan, dan tidak mengetahui persolan tersebut dan mengarahkan Tim media mempertanyakan ke Zainal Abidin dan menyalahkan pihak PT.RAPP.
“untuk masalah keaslian Surat itu lebih bagus tanya sama Zainal Abidin, karna dia yang lebih tau. dan begitu juga tentang PT.RAPP soal Ganti Rugi kedua saya tidak tau, tanya aja langsung sama Pihak PT.RAPP, kalo Lahan tersebut bermasalah kenapa saya sampai hari ini tidak ada dipanggil pihak Perusahaan.”ujarnya.

Dari hari yang berdasarkan informasi yang diterima tim media langsung menemui dikediaman salah satu Warga Desa Lukit diketahui yang bernama Dahlan mengakui bahwa lahan tersebut miliknya, dan telah melakukan Gugatan kepihak berwajib dengan keputusan saat gugatan tersebut menyatakan bahwa Lahan yang Diganti rugi PT.RAPP itu Sah Miliknya yang kini menjadi jalan koridor utama ke wilayah konsesi PT RAPP didesa Lukit.

“lahan tersebut milik saya surat awalnya terbit pada tahun 1960 dan telah saya perbaharui tahun 2011. dan persoalan ganti rugi sudah pernah digugat dan mendatangkan Tim Forensik dari medan dan terbukti Lahan tersebut milik saya dengan begitu pihak Prusahaan melakukan ganti rugi, Dahlan menawarkan Rp 5.000/m untuk meringankan pihak Prusahaan Rp2.500/m. Alkhirnya disetuju dengan harga 2.500/m dan ditambah kesepakatan yang tetapkan kedalam 6 Poin pejanjian yang harus ditunaikan Pihak Perusahaan.” jelas Dahlan saat ditemui dikediamannya di Desa Lukit Rabu sore 10-07-2019.

Dengan begitu pada tahun 2013 yang lalu pihak PT RAPP melakukan pembayaran pembebasan lahan tersebut untuk kedua kalinya sesuai dengan risalah pertemuan yang dilakukan di kerinci (26/11/2013) yang lalu sebesar Rp 25.000.000/Ha, dan karena dinilai Dahlan sebagai pemilik sah lahan yang kini menjadi jalan koridor utama ke wilayah konsesi PT RAPP didesa Lukit.

Namun yang menjadi persoalan saat ini Pihak Perusahaan Diduga telah melanggar Risalah Perjanjian yang Telah ditetapkan didalam risalah pertemuan poin nomor 3 tersebut jelas berbunyi “Pihak Perusahaan akan melaporkan ke pihak kepolisian terhadap pihak yang menjual dan menerima ganti rugi yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan sebelumnya”. Tetapi sudah hampir 6 tahun sampai saat ini pihak perusahaan PT.RAPP bungkam dan sengaja didiamkan,

Tidak hanya itu, dikarenakan Pihak PT.RAPP diduga sengaja tidak melaksanakan poin nomor 3 dalam risalah kesepakatan tersebut belum, tentunya hal ini menjadi pertanyaan ditengah masyarakat yang menilai persoalan ganti rugi lahan tahap pertama di tanjung gambar desa lukit tersebut sengaja direncanakan untuk menguntungkan oknum pihak perusahaan RAPP dan Kepala desa Jumilan. sehingga ganti rugi kedua Dahlan menerima kerugan dan Kebohongan yang diberikan Pihak PT.RAPP.

Terakhir Dahlan menngakui bahwa PT.RAPP berpesan agar persoalan ini tidak heboh kemana mana dan jangan sampai tau media,”Dan kemaren PT.RAPP sangat berpesan persoalan ini jangan heboh kemana-mana.”tutup dahlan.

Ketika dikonfirmasi melalui telfon Selasa (9/7/19) Erik selaku humas PT RAPP mengatakan akan mempelajari permasalahn ini dulu dan meminta waktu.

“Kalau PT RAPP beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk tahapan ganti rigi kedua itu sesuai dengan aspek dan regalitas yang ada. Tapi untuk lebih lengkapnya saya minta waktu dulu untuk menyakan keatasan,” Harapnya.(Tim/Tmy)


Bagikan Artikel ini :

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.