oleh

Diklat BST Gratis Di Meranti Diduga Serat Terjadi Pungli

-Meranti, Nasional-534 dilihat

Meranti- Diklat Basic Safety Training (BST) gratis yang merupakan program Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019 dari STIP jarkarta berkerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti digelar di Meranti diindikasi kuat terjadi praktek pungutan liar atau pungli sebesar 500 ribu rupiah kepada sejumlah perserta pelatihan.

Pungutan liar yang diduga dilakukan oknum panitia penyelengaraan dengan modus menerima perserta khusus untuk mendapatkan Sertifikat tanpa harus mengikuti pelatihan semestinya sesuai SOP.

Seperti diakui sejumlah perserta “Kami perserta kusus lewat dari belakang dan bayar langsung sebesar 500 ribu rupiah supaya cepat mendapatkan Sertifikat, dan kami dikasi baju dan hanya mengikuti seksi bepoto saja, tanpa diharuskan mengikuti pelatiahan,” Kata narasumber yang merupakan perserta diklat yang tidak mau disebutnamanya.

Berita Terkait :  Gaji Pekerja SPBU Alah Air Dinilai Tidak Sesuai Dengan UMK Meranti

Dari informasi keterangan sumber yang dirangkum media ini, kejadian pungutan liar tersebut pada saat penerimaan berkas di Hotel Indobaru, jalan Diponigoro untuk perserta diklat pada gelombang Ke-Vll yang dibuka pada hari Senin 21 Oktober 2019 kemaren.

“Saat itu kami ada lebih kurang sekitar 15 orang dan beberapa panetia dari dinas Dishub, jika mau masalah pungutan uang itu, tanya sama oknum panetia berinisial A dengan ciri-ciri tingi tegap dan botak, karena disana kita lihat ia ada pada saat itu,”

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr H Aready SE MSi, ketika dikonfirmasi media ini mengarahkan persolan tersebut untuk dilaporkan kepihak berwajib, karena dalam pelatihan tersebut tidak ada perserta khusus atau dipungut biaya.

Berita Terkait :  Kapolres Meranti AKBP Barliansyah SIK, JAdi Inspektur Penurunan Bendera

“Semua perserta sama dan tidak ada perserta khusus, jika ini benar dan ada perserta yang merasa dirugikan silakan bikin laporan kepada kepolisian,” Kata Aready ketika di jumpai dilokasi diklat tepanya di Afifa Puksal Jalan Banglas Selatpanjang, Kamis 31 /10/2019 lalu.

Menagapi hal itu, Ketua DPW-PPI Kabupaten Kepulauan Meranti, Zainudin, menyayangkan program Pemberdayaan Masyarakat dari STIP yang seharusnya membantu masyarakat meranti khususnya Pelaut yang ada dikabupaten Meranti Bisa mendapatkan Sertifikat Pelayaran Secara gratis, dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meminta uang kepada peserta.

Untuk itu kita mengharapkan perserta yang diminta uang oleh oknum panetia tersebut membuat laporan kepihak berwajib, dan pihak PPI siap mendampingi.

Berita Terkait :  BPS Aceh Utara Adakan Pelatihan Petugas Survey Wisatawan Nusantara (Wisnus) Tahun 2018

“Jika sesuai data dan bukti akurat, kita dari PPI siap mendaping perserta diklat yang dirugikan untuk melaporkan oknum panitia yang mencari kesempatan meminta uang dalam pelaksana pelatihan tersebut kepada pihak kepolisian,”Ujar Zainudin kepada media ini Minggu 03/11/2019.

Sementara itu Oknum panitia berinisial A dari dinas dishub belum bisa meluangkan waktu untuk diminta keterangan hingga berita ini diterbitkan.(tmy)

Bagikan Artikel ini :