oleh

Dua Warga Yang Tenggelam di Dam Tembesi Belum di Temukan

Liputankepri.com,Batam – Pencarian dua warga yang tenggelam di Dam Tembesi, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) setelah sampan yang mereka tumpangi untuk memancing terbalik, Jumat (12/10/2018) kemarin alami kesulitan.

Hal ini terjadi akibat banyaknya ditemukan lumut bercampur lumpur serta ranting bekas di dasar Dam Tembesi tersebut.

“Laporan dari personil dilapangan ranting bekas, tantang yang berat dalam proses pencarian 2 warga yang tenggelam di Dam Tembesi ini,” kata Kepala Seksi Operasi SAR Tanjungpinang Eko Suprianto, Sabtu (13/10/2018).

Selain itu pencarian juga terkendala karena titik sampan tenggelam tidak diketahui. Namun begitu pihaknya mengaku upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal untuk menemukan bapak dan anak yang tenggelam kemarin.

“Rencana siang ini kami akan bawa lagi saksi yang selamat untuk menunjukan lokasi sampan mereka terbalik,” ungkapnya.

“Pagi tadi sudah dua penyelam yang turun untuk melakukan pencarian, dan siang ini akan ada dua penyelam lagi yang akan turun. Sebab pencarian hari kedua ini kami mengerahkan enam penyelam yang dibantu dari TNI AL,” katanya menambahkan.

Selain menerjunkan enam penyelam, pencarian yang dilakukan dengan cara penyisiran menggunakan raber boat ini dilakukan disetiap sudut Dam Tembesi tersebut.

“Seperti saya katakan tadi, untuk siang ini apabila cuaca baik di lapangan, akan diturunkan lagi dua penyelam untuk memaksimalkan pencarian,” jelasnya.

Sama seperti pada pencarian di hari pertama, di hari kedua pencarian dilakukan hingga pukul 18.30 WIB.

“Jika hingga pukul 18.30 WIB keduanya tidak juga ditemukan, maka pencarian akan dihentikan dan dilanjutkan esok harinya yang dimulai sekiar pukul 06.00 WIB pagi,” sebut Eko.

Sebelumnya kecelakaan ini terjadi saat ketiganya tengah asik memancing, yakni Rahman, Juhanta (68) dan Kardi (34) yang merupakan satu keluarga. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja sampan yang mereka tumpangi ini terbalik hingga ketiganya tercebur ke Dam.

Dan dari kejadian ini yang berhasil selamat hanya Rahman, sementara ayah dan adiknya yakni Juhanta dan Kardi menghilang.***

 

 

Bagikan Artikel ini :
Berita Terkait :  Imigrasi Belakang Padang Awasi Pelanggaran Pekerja Asing