oleh

Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Bansos, Pengurus KNPI Diperiksa Jaksa

Siak – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali memeriksa sejumlah pengurus KNPI Kabupaten Siak, Selasa (13/10) di kantor Kejaksaan Negeri Siak.

Pemeriksaan ini terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi penyaluran dana hibah dan bantuan sosial di bagian kesejahteraan masyarakat (Kesra) Sekdakab Siak tahun anggaran 2014-2019.

“Yang diperiksa mulai dari pengurus KNPI kabupaten hingga kecamatan. Kasusnya dugaan korupsi dana Bansos Siak,” kata Kasi Intel Kejari Siak, Saldi seperti dilansir Gatra.com.

Saldi mengaku tidak mengetahui secara rinci siapa-siapa saja yang diperiksa. Sebab kata Saldi, pihaknya hanya memfasilitasi pihak Kejati.

“Kita hanya sediakan tempat. Orang Kejati yang memeriksa. Tapi dari informasi yang saya dapat, inisial yang diperiksa ada R, I, dan N. Selebihnya, saya tak tahu,” kata dia.

Berita Terkait :  Plt Gubernur Kepri Lantik Bupati Karimun Sebagai Ketua PMI Karimun Periode 2019-2020

Untuk diketahui, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Rabu (7/10) lalu juga melakukan pemanggilan terhadap tiga orang dekat mantan Bupati Siak yang kini  Gubernur Riau, Syamsuar.Ketiga orang itu Indra Gunawan, Ikhsan dan Ulil Amri.

Ketiga orang ini merupakan petinggi Golkar Riau dibawah komando Syamsuar yang juga menjabat Ketua DPD I Golkar Riau.Ikhsan merupakan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Riau.

Sementara Indra Gunawan, Ketua DPD II Golkar Siak dan Ulil Wakil Sekretaris Bapilu Golkar Riau.Kapasitas ketiganya diperiksa sebagai pengurus KNPI dan Karang Taruna Kabupaten Siak.

Ketiga orang itu mulai dekat dengan Syamsuar sejak Gubernur Riau ini menjabat Bupati Siak dua periode sejak tahun 2011 silam hingga 2018.Kala Syamsuar menjabat Bupati Siak dan Ketua DPD II Golkar Siak, Ulil sempat menjabat Ketua KNPI Siak dan pengurus Golkar Siak di tahun 2016.

Berita Terkait :  Bupati Karimun Kunjungi Bayi Penderita Penyakit Langka Dibagian Kepala

Begitu pula dengan Ikhsan. Semasa Syamsuar menjabat Bupati, dia menjabat Ketua Karang Taruna Siak dan di Golkar menjabat Sekretaris. Sementara Indra Gunawan, di era Syamsuar menjabat Bupati Siak periode kedua (2015-2020).

Ia menjabat Ketua DPRD Siak periode 2014-2019. Di Golkar Siak sendiri, semasa Syamsuar menjabat ketua, posisi Indra sebagai Ketua Harian Golkar Siak.Tidak sampai disitu saja, di periode pertama Syamsuar menjabat Bupati Siak (tahun 2011), Indra kala itu menjabat dua organisasi sekaligus yakni Ketua KNPI dan Karang Taruna Siak.

Terkait dugaan korupsi Bansos ini, Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya juga pernah dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi Riau. Yan dipanggil sebagai mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak sekaligus Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Siak.

Berita Terkait :  Polair Polda Riau Amankan 300 Dus Rokok Ilegal Asal Batam

Pemanggilan juga dilakukan terhadap Yurnalis, mantan Kabag Kesra Pemkab Siak yang saat ini menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Riau.

Belum diketahui berapa besar dugaan korupsi yang terjadi di Pemkab Siak. Namun ketika sejumlah mahasiswa melakukan unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Riau beberapa waktu lalu, disebutkan adanya temuan BPK dalam pengelolaan keuangan di Pemkab Siak.

Disebutkan juga adanya dugaan penyimpangan pengalokasian anggaran belanja dana hibah tahun 2011-2013 senilai Rp56,7 miliar. Lalu, penyimpangan di Dinas Cipta Karya sebesar Rp1,07 miliar serta di Setdakab Siak Rp40,6 miliar.***

Bagikan Artikel ini :

Komentar

Tinggalkan Balasan