banner 200x200

Gunakan Dana Rp 350 Juta,Pembangunan Pasar Fungsional Sungai Ungar Terkesan Asal Jadi

Gunakan Dana Rp 350 Juta,Pembangunan Pasar Fungsional Sungai Ungar Terkesan Asal Jadi
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Liputankepri.com,Kundur – Program pemerintah pusat dalam menyelenggarakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah ( PNPM-PISEW ) dengan anggaran Rp 350.000.000,- terkesan asal jadi.

Meskipun pada dasarnya Menteri Pekerjaan Umum, telah memberikan arahan tentang pokok kebijakan Pemerintah, mengenai pelaksanaan program PNPM-PISEW secara nasional.

Ironisnya masih saja, ada dugaan penyelewengan dan penjarahan dana program tersebut,seperti dugaan penyelewengan dana pasar pungsional dikecamatan Kundur Utara, tepatnya di Parit Senang Desa Sungai Ungar Utara.

“Sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat terkait, meskipun ada dugaan manipulasi dana pasar pungsional tersebut, padahal dugaan penyelewengan dari dana yang berjumlah sekitar, Rp.350 juta untuk pengerjaannya,”jelas Ramli warga Sungai Ungar Utara kepada media ini.

Selain itu kata Ramli,persoalan ini sudah menjadi pembicaraan ditengah masyarakat,sehingga masyarakat memiliki azaz praduga, kalau aparat hukum terkesan tutup mata.

Pada dasarnya, sistem pelaksanaan PNPM-PISEW seharusnya dijadikan  acuan dan sebagai upaya Pemerintah untuk pemberitahuan informasi dan penjelasan mengenai muatan strategi dalam mengurangi kesenjangan, antar wilayah terhadap pengentasan kemiskinan, dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi masyarakat diperdesaan.

Kendati demikian terangnya,masyarakat meminta pada aparat hukum untuk meninjau membali dan meminta BKAD Kecamatan Kundur Utara, H.Sugeng, untuk bertanggung jawab terhadap pembangunan pasar pungsional, tepatnya di Parit Senang Desa Sungai Ungar Utara, dikarenakan pengerjaannya diduga banyak penyelewengan.

“Pembangunan pasar tak sesuai perencanaan, pada perencanaan awal pembangunan pasar pungsional di Parit Senang, akan dibuat seperti kios, dikanan kiri dan dibelakan memakai dinding.

Yang sangat disayangkan, setelah dibangun teryata pembangunannya terbukan layaknya tempat parkir.

Ditambahkan Ramli,pembangunannya juga,akan membuat rawan banjir, dikarenakan bangunan tersebut telah membuat parit senang menjadi tambah sempit.

Berita Terkait :  Visi Misi Liputankepri.com

Belum lagi dari pagu anggaran yang sebesar Rp.350 juta, tidak sesuai dengan kondisi pasar yang dibangun,sehingga banyak masyarakat kecewa dan menduga kalau anggarannya telah dijarah atau ada penyelewengan yang dilakukan oknum tertentu.

Bangunan juga diduga tidak akan bisa berpungsi secara berkepanjangan disebapkan oleh posisi yang berada ditempat yang sepi,selayaknya tempat jin buang anak terang Ramli.

Terpisah Abdul Rahman yang dijumpai media ini sabtu 17/11/18 sangat kecewa dengan para pihak pengelola,lantaran pasar tersebut dibangun diatas tanah yang Abdul Rahman ibahkan.

Menurut Abdul Rahman,awalnya tanah tersebut diibahkan untuk jalan, namun setelah adanya pembangunan pasar tersebut, jalan menjadi tambah sempit,

“Yang paling menghawatirkan lagi diakibatkan dengan adanya bangunan terebut parit menjadi tambah sempit, yang besar kemungkinan air akan meluap kedarat disaat musim hujan dan musim air laut pasang tetang Abdul Rahman penuh kekecewaan.( Majid )

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.