Heboh,Dua Staf Anggota DPRD Batam Diduga Berbuat Asusila di Ruang Kerja

Heboh,Dua Staf Anggota DPRD Batam Diduga Berbuat Asusila di Ruang Kerja
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Liputankepri.com.Batam – Masyarakat Kota Batam digegerkan oleh peristiwa yang sangat memalukan dan tercela terkait dugaan asusila oleh dua staf DPRD kota Batam diruangan wakil ketua DPRD Batam.

Dua Staf DPRD Kota Batam, JD dan AM, bersama dua tamu Wakil Ketua I Zainal Abidin, yang sedang kunker (kunjungan kerja), telah mencoreng marwah dan kehormatan DPRD Kota Batam.

Tempat terhormat itu diduga kuat telah disalahgunakan untuk perbuatan Amoral dan Asusila. Yang lebih naifnya lagi terjadi di ruangan Wakil Ketua DPRD serta dilakukan tamunya yang menurut informasi yang didapatkan adalah juga Anggota DPRD bersama dua Stafnya yang bekerja di kantor wakil rakyat itu.

Secara kronologis Kisah bermula kala Zainal kedatangan dua orang tamu sesama anggota DPRD. Karena Zainal ingin rapat, ia akhirnya pamit dan meminta anggota DPRD itu menunggu.

Tak lama kemudian, datang Jd dan AM menemui tamunya itu dan terjadi peristiwa tak bermoral tersebut. Peristiwa ini lalu dilaporkan staf ke Zainal. Politikus Partai Golkar itu mengaku langsung naik pitam.

Sebagaimana dilansir oleh para media bahwa Zainal mengaku telah meminta Sekwan (Asril-Red) untuk memberhentikan dua wanita tersebut serta mengganti seluruh staf di ruang kerjanya.

“Memang saya dilaporkan oleh staf seperti itu tapi kan sulit membuktikannya. Tapi saya marah besar dan meminta Sekwan untuk mengganti semua staf di ruang kerja saya,” ujar Zainal kepada Awak media yg sdh menanti kedatanagannya (01/08/2018).

Zainal juga membenarkan bahwa kedua orang tamunya tersebut adalah anggota dewan. “Iya, itu teman-teman anggota Dewan juga. Mereka lagi kunker (kunjungan kerja),” ujarnya. Zainal mengaku tak curiga apa-apa. Ia akhirnya pamitan untuk ikut sidang paripurna dan meninggalkan tamunya menunggu di ruang kerja.

Perbuatan mesum kedua staf wakil rakyat terhormat itu, terkuak saat salah satu cleaning service di kantor DPRD Batam, Bd, membersihkan ruang kerja Zainal yang berada di lantai 2. Namun, Bd kaget laur biasa begitu menemukan tempat tidur Zainal, salah satu fasilitas untuk istirahat pimpinan DPRD Batam, acak-acakan.

Berita ini langsung Viral baik di Media Massa maupun di Media Sosial. Akibatnya aksi dan reaksi elemen masyarakat bermunculan. Beberapa aktivis LSM dan Ormas khususnya yang ada di Kota Batam langsung bereaksi.

Salah satunya adalah Ketua LSM Garda Indonesia Aldi Braga. Menurut Aldi Braga bahwa hari ini (Sabtu, 04/08/2018) para aktivis Ormas dan LSM akan melaporkan kejadian ini ke Pihak yang berwajib dalam hal ini Pihak Kepolisian.

Viralnya berita soal dugaan mesum dilakukan di ruang kerja salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Batam beberapa hari ini, ditanggapi Ormas dan LSM di Kota Batam.

“Besok kami akan melaporkan dugaan mesum itu ke pihak polisi. Kami juga akan memboikot semua anggota DPRD Kota Batam di Pemilihan Legislative (Pileg) berikutnya jika masalah ini tidak dituntaskan,” kata Aldi Braga Ketua LSM Garda Indonesia (GI) (03/08/2018-Red).

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Batam Monitoring, Lamsir L. Raja. Lamsir mendesak Sekretaris DPRD Batam, Asril, juga harus menjelaskan ke publik bagaimana pola rekrutmen yang dilakukan sehingga dua wanita itu bisa menyelinap jadi staf di DPRD Kota Batam.

Baik Zainal Abidin, dan juga Asril, kata Lamsir, harus terbuka ke publik terkait dua anggota dewan yang telah mencoreng wajah marwah DPRD Kota Batam itu.

“Bagaimana keduanya hingga bisa menyelinap mendapat fasilitas berbuat ‘mesum’ di ruang kerja Zainal Abidin? Siapa yang mengenalkan kedua staf wanita itu kepada dua pria hidung belang itu? Pertanyaan ini, dan banyak pertanyaan lainnya, akan terus menyeruak di ruang publik Batam,” ungkap Lamsir.

Aktivis Batam yang lainnya adalah Ahmad Rosano. Ahmad Rosano menuntut DPRD Batam segera menyelesaikan permasalahan yang mencemarkan marwah gedung wakil rakyat itu. “Itu gedung DPRD kota Batam bukan tempat mesum jangan coreng nama baik gedung milik rakyat,” tegas Rosano.

Ahmad Rosano mendesak pimpinan dewan yang memiliki ruangan segera diperiksa. “Ini harus di tuntaskan. Karna ini menyangkut nama baik anggota dewan yang berkantor di DPRD Batam dan bisa berdampak.(Sbr)

 

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.