Imigrasi Tanjungbalai Karimun Deportasi Delapan WNA Bermasalah

Imigrasi Tanjungbalai Karimun Deportasi Delapan WNA Bermasalah
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

liputankepri.com, KARIMUN – Delapan Warga Negara Asing (WNA) yang bermasalah dengan keimigrasian, dideportasi pihak Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kamis (6/9/2018) siang.

Proses pendeportasian WNA bermasalah yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kamis (6/9/2018). foto: istimewa

loading…


Tujuh dari delapan WNA, merupakan yang diamankan petugas Imigrasi di Kecamatan Moro pada Rabu (29/8),  yang bekerja merenovasi bangunan dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan. Mereka adalah CJ, LXC, LLL, NSC, OCB asal Singapura, IS asal Bangladesh dan MS asal India.

Sementara seorang WNA berinisial C asal Malaysia, yang masuk Indonesia tanpa dilengkapi dokumen apapun. Yang bersangkutan kabur dari negaranya karena terlibat kasus hukum.

“Hari ini kita melakukan tindakan administrasi dengan mendeportasi WNA bermasalah,” kata Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Barandaru yang dijumpai di Pelabuhan Internasional Karimun saat proses deportasi.

Untuk warga negara Malaysia dan Singapura dipulangkan melalui Pelabuhan Tanjunggbalai Karimun mengunakan tranportasi laut.

“Mereka tidak kita kawal karena  dari sini langsung ke negaranya,” tambah Barandaru.

Sedangkan warga Negara India dan Bangladesh dipulangkan melalui Jakarta. Mereka dikawal hingga Jakarta oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Selain dideportasi, para WNA tersebut juga diberlakukan pencekalan masuk ke wilayah Indonesia selama enam bulan. Pencekalan ditandai dengan diberikannya cap merah di paspor mereka.

Barandaru menambahkan, untuk biaya pemulangan ditanggung oleh sponsor atau pihak yang mempekerjakan mereka. Namun pihak imigrasi tidak melakukan tindakan kepada sponsor dengan alasan karena tidak mengetahui aturan keimigrasian. (syah)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.