banner 200x200

JCH Meranti Diberangkatkan Dari Batam Menuju Kota Suci Mekkah

JCH Meranti Diberangkatkan Dari Batam Menuju Kota Suci Mekkah
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Liputankepri.com,Batam , – Bupati Kabupaten Meranti, H. Irwan Nasir mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim apalagi sudah mempunyai kemampuan. 

“Baik kemampuan fisik, finasial, dan hal pendukung lainnya. Karena itu, alangkah bahagianya apabila bisa menunaikan Rukun Islam kelima ini,” ucap  Drs H. Irwan Nasir Msi saat memberikan sambutan sekaligus melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 10 di Asrama Haji Batam, Selasa (8/8) kemarin.

H. Irwan Nasir mengatakan, bagi mereka yang sudah “dipanggil” oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, diharapkan dapat menjalankannya dengan baik. 

“Ikuti seluruh rangkaian ibadah haji. Ikuti aturan dan arahan yang disampaikan oleh petugas haji. Kami mendoakan semoga ibadah haji yang dilaksanakan oleh jamaah Kloter 10 dapat berjalan lancar, diberi kemudahan, dan diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya lagi. 

“Doa kami, semoga jamaah Kloter 10 sekembalinya nanti dari Tanah Suci membawa pulang predikat haji mabrur”, tambah Irwan Nasir yang langsung diamini oleh jamaah Kloter 10 yang memadati Aula Arafah 2 Asrama Haji Batam.

 Turut hadir dalam acara sore kemarin, Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), H. Suyatno, anggota DPRD Rohil, Kepala Kantor Kementerian Agama Meranti, Direktur Qur’an Centre Batam, H Mahadi Rahman, serta tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, Irwan Nasir sedikit bercerita pengalamannya saat menunaikan ibadah haji pada 2014 lalu. Dikatakannya, saat itu, cukup banyak jamaah yang berusia lanjut. 

“Jamaah ini hendaknya mendapat perhatian utama, terutama saat baru sampai di Tanah Suci dan selama di Arab Saudi. Kala itu ada jamaah yang sesat, koper jamaah yang sempat hilang, dan lain sebagainya,” ucapnya bercerita.

Berita Terkait :  Bupati Perintahkan Seluruh SKPD Sajikan Sagu

 “Saya berharap, hal itu tidak sampai terjadi pada jamaah Kloter 10. Untuk itu, petugas Kloter diharapkan benar-benar memberikan perhatian pada jamaah yang dipimpinnya,” paparnya lagi. 

Dia juga menjelaskan, ibadah haji juga merupakan ibadah mandiri. “Karena itu perlu ketahanan fisik yang prima. Untuk mencapai fisik yang baik, perhatikan kondisi tubuh. Makan teratur, banyak minum air putih, dan konsumsi makanan yang dapat menambah energi,” terang Irwan Nasir. 

Semoga Dapat Keberkahan dari Allah SWT…”

Satu Jamaah Siak Wafat di Madinah – 4.472 JCH Sudah Termasuk 80 JCH Asal Kota Sagu Diberangkatkan dari Batam Menuju Kota Mekah. 

Untuk ibadah, lanjutnya, managemen waktu. “Ibadah memang harus dilakukan. Namun istirahat juga penting. Jangan porsir tenaga. Khawatirnya saat ibadah puncak haji, fisik menurun. Semoga hal ini tidak terjadi. Selamat jalan, doa kami, Kloter 10 selamat pergi dan kembali ke kampung halaman dengan membawa oleh-oleh predikat haji mabrur,” pungkas Irwan Nasir

 Diketahui, JCH Kloter 10 Embarkasi Batam merupakan jamaah gabungan asal Provinsi Riau yang berjumlah 444 orang, yang terdiri dari jamaah Rokan Hilir (Rohil) 356 orang, Meranti 80 orang, Kota Dumai 2 jamaah, Kabupaten Rokan Hulu 1 orang, ditambah lima petugas haji. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, H. Marwin Jamal, menjelaskan, pada Kloter 10 terdapat jamaah yang batal berangkat ke Arab Saudi yakni a.n. Jumaris bin Adam, manifest 17, asal Rohil karena sakit di daerah sebelum ke Embarkasi. 

“Lalu, a.n Rusmi binti Karim Hasan, manifest 215, asal Rohil karena sakit di daerah asal sebelum ke Embarkasi. Kemudian, a.n Iyah binti Dang Sulaiman, manifest 369, asal Meranti karena sakit di daerah asal sebelum ke Embarkasi. Dan, a.n Mhd Isa bin Mhd Sani, manifest 379, asal Meranti karena wafat di daerah asal,” papar Marwin. 

Berita Terkait :  BLP Gelar Bimbingan Teknis Hukum Kontrak Di Grand Meranti Hotel

Selain itu, lanjutnya, terdapat jamaah yang tunda berangkat ke Arab Saudi, yaitu, a.n Lasmawati Mhd Yusuf, manifest 136 asal Rohil. Selanjutnya, a.n Jufridin Nain Kirah, manifest 131, asal Rohil yang merupakan pendamping Lasmawati. “Lalu, a.n Bahrurrozi bin Afandi Hasan, manifest 378, asal Meranti karena sakit di Embarkasi. Kemudian, a.n Halewiah Cengkeru Sulle, manifest 08, asal Rohil karena sakit di Embarkasi. Dan, a.n Jumadi Muin Muhammad, manifest 07, asal Rohil pendamping Ibu Helewiah,” ucap Marwin mengakiri. (Lk1)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

66 Responses

Tinggalkan Balasan