Kejati Kepri: Wilayah Kepri Rentan Masuknya Barang Terlarang

Kejati Kepri: Wilayah Kepri Rentan Masuknya Barang Terlarang

Liputankepri.com,Batam – Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Edy Birton mengatakan, wilayah Kepulauan Riau (Kepri) rentan menjadi pintu masuk peredaran barang terlarang seperti narkoba, satwa dilindungi, elektronik dan obat serta makanan berbahaya.

Maka dari itu, Birton menegaskan, instansi terkait harus bersinergi perangi peredaran barang terlarang. Sebab, Wilayah Kepri 96% persen merupakan lautan, karenanya banyak pelaku kriminal memasukan barang terlarang kedalam kawasan Kepri.

“Seperti yang pernah diungkap oleh aparat di perairan Kepri hampir 3 ton lebih narkoba jenis sabu melintas diperairan ini,” katanya, pada Gatra.com, Kamis (7/02) di Batam.

Menurut Birton, kendala di lapangan memang cukup beragam bagi aparat penegak hukum. Sebab wilayah Kepri sebagian besarnya adalah lautan, oleh karenanya peran masyarakat sangat dibutuhkan.

“Barang bukti yang berhasil ditindak dari pelaku kriminal diperairan Kepri sangat luar biasa banyak. Maka ke depannya perlu penindakan yang cepat, tepat dan tegas,” ungkapnya.

Disamping itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar menambahkan, Batam masih mendominasi sebagai pintu masuk barang terlarang dari Luar Negri, sehingga perlu peran aktif Pemerintah guna meminimalisir pelanggaran hukum yang kerap terjadi dilaut.

Selain itu, peredaran obat dan makanan tanpa izin edar harus kita cegah, antara lain barang elektronik juga menjadi atensi untuk ditangkal masuk karena berdampak pada perekonomian Daerah.

“Maka perlu pengawasan ekstra dari stakeholder terkait, untuk intens dan serius menaggulangi peredaran terhadap barang ilegal,” tuturnya.***

Bagikan Artikel ini :
Berita Terkait :  Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,Pemprov Kepri Gelar Tabligh Akbar

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.