oleh

KSS Kerjakan Proyek Baru Dari Amerika Senilai Rp 3.9 Triliun

Liputankepri.com, KARIMUN – Geliat industri di Kabupaten Karimun yang sedikit melemah, kini mulai sedikit membaik. Pasalnya PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS), mulai mengerjakan proyek baru dari perusahaan transocean international asal Amerika.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, usai peresmian proyek baru di PT KSS, Rabu (29/8/2018).

Tak tanggung-tanggung, nilai proyek pengeboran minyak lepas pantai yang dikerjakan PT KSS tersebut senilai Rp 3,9 triliun.

“Kita baru mendapatkan proyek dari perusahaan transocean asal Amerika, untuk pengeboran minyak lepas pantai berkapasitas 17.000 ton. Untuk nilai proyeknya kalau dihitung-hitung senilai 3,9 triliun rupiah,” kata present manager PT KSS, Sutrisno Susilo. Usai pereamian proyek, Rabu (29/8/2018).

Dia mengungkapkan, untuk pengerjaan proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 900 orang. Dengan waktu  pengerjaan proyek hingga bulan September 2019.

“Proyek ini membutuhkan 900 tenaga kerja, saat ini sudah ada 600 tenaga kera. Jadi para pekerja PT KSS yang banyak bekerja dibperusahaan lain, kini dapat bekerja kembali disini,”  ungkapnya.

Sementara  itu, Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun, yang menghadiri langsung Peresmian proyek ini mengharapkan, proyek ini dapat  merangsang kembali geliat industri di Kepri.

“Kita berharap dengan adanya proyek ini, geliat industri di Kepri dapat kembali bangkit. Sehingga perekonomian masyarakat Kepri khususnya Karimun, yang tadinya lesu dapat berangsur pulih,” kata Nurdin usai meresmikan proyek dan taman di PT KSS.

Bukan hanya itu, orang nomor satu di Kepri ini juga berharap, penyerapan tenaga kerja lokal tetap menjadi skala prioritas perusahaan yang berinvestasi di Karimun. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan di Karimun.

“Saya tetap berpesan kepada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di daerah, agar tetap mengutamakan tenaga kerja lokal. Sehingga dapat mendukung membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,” tegas Nurdin. (syah)

Bagikan Artikel ini :
Berita Terkait :  Jon Erizal Janji Bawa Masalah Perdagangan Lintas Batas Meranti Ke Rapat Kerja Komisi XI