oleh

OTT Nurdin Basirun,KPK Panggil Bos Panbil Group

Liputankepri.com,Batam – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pasca-operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun belum lama ini.

Saat ini, saksi yang sudah sudah diperiksa bertambah menjadi 28 orang, mulai dari ASN di lingkungan Pemprov Kepri hingga sejumlah pengusaha yang terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi di Kepri.

Pada hari ini, Jumat (9/8/2019), KPK memanggil Johanes Kennedy Aritonang, bos Panbil Group.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Biro Humas) KPK atau Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, hari ini pihaknya memanggil Johannes Kenedy Aritonang.

Sama seperti pada pemanggilan terhadap Kock Meng dan Johannes Kudrat, pemanggilan terhadap Johanes Kennedy merupakan saksi fakta dalam kasus OTT yang melibatkan gubernur Kepri Non Aktif terkait kasus reklamasi di wilayah Tanjungpiayu, Batam, Kepulauan Riau.

Berita Terkait :  Tim Gabungan WFQR Tangkap Tiga Kapal Bermuatan Ilegal di Perairan Batam

“Untuk hari ini hanya saudara Johanes Kennedy, dan kalau tidak ada perubahan kemungkinan Senin depan pemanggilan juga dilakukan kepada Hartono, pengusaha Batam yang melakukan pengembangan kawasan Harbour Bay,” kata Febri melalui telepon, Jumat (9/8/2019).

Selain Hartono, Senin besok juga akan dilakukan pemanggilan kedua terhadap Kock Meng. Sebab, pada pemanggilan pertama, yang bersangkutan mangkir.

Febri menegaskan, pemanggilan ini wajib dipenuhi karena kewajiban hukum.

Kalau masih mangkir, KPK akan melakukan pemanggilan paksa.

Ditanya apakah sudah ada tambahan tersangka, Febri mengatakan sampai saat ini belum ada.

Hingg saat ini, tersangka masih berjumlah 4 orang, yakni Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun, Kadis Perikanan Kelautan Pemprov Kepri Edy Sofyan.

Berita Terkait :  Kasrem 091/ASN Hadiri Silaturahmi Kebangsaan Dalam Rangka Mempererat Persatuan Dan Kesatuan

Kemudian, Kabid di DKP Kepri Budi Hartono serta pihak swasta Abu Bakar.***

Bagikan Artikel ini :