Pasar Bukit Tembak Meral Ricuh

Pasar Bukit Tembak Meral Ricuh
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Liputankepri.com Karimun- Pasar Rakyat Meral Bukit Tembak ricuh oleh sejumlah pedagang yang menempati kios kios Pasar Rakyat Meral tersebut diduga adannya pembakaran meja pedagang, Senin,(14/05/2018) Pukul 21.00 Wib.

Berdasarkan pantauan dilapangan, kehadiran sejumlah pedagang ke pasar Bukit Tembak saat itu dikarenakan adanya informasi bahwasanya meja pedagang pasar tersebut telah di bakar oleh salah seorang petugas jaga malam.

Menurut salah seorang pedagang yang menempati pasar rakyat ini kepada media ini mengaku bahwa telah terjadi pembakaran meja dagangan mereka oleh petugas yang menjaga pasar tersebut.

“Saya kaget tiba tiba dapat telpon bahwa meja dagangan telah dibakar oleh petugas jaga, mendengar hal itu saya langsung menuju pasar, ternyata ketika saya sampai dipasar saya melihat tumpukan bara api yang telah membakar beberapa kayu termasuk didalamnya meja,”ujar pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya.

Melihat kejadian itu saya sontak menuju kios yang saya tempati berdagang dan ternyata meja saya sudah tidak ada lagi, lalu datang teman saya sesama pedagang mengatakan bahwa meja saya telah menjadi bara api yang masih menyala itu,”terangnya

“Tentu saya tidak menerima perlakuan seperti ini,enak saja main bakar bakar meja maksudnya apa?

Perdebatan mulut pun terjadi di lokasi pasar rakyat Meral antara petugas jaga malam dengan para pedagang yang telah ramai hadir.

Melihat adanya pembakaran ini pedagang lainnya melaporkan peristiwa pembakaran ke Polsek Meral dengan maksud mencari siapa dalang serta maksud dari pembakaran ini.

Direktur Perusda Karimun, Devanam Syam bersama aparat kepolisian datang meninjau secara langsung apa sebenarnya yang terjadi.

Kehadiran Dev membuat suasana yang awalnya ribut oleh suara suara yang bernada keras menjadi hening, seketika ia menyampaikan poin poin dari aturan yang diberlakukan pasar Rakyat ini.

“Pasar kita pasar baru, masalah ini merupakan masalah klasik, jadi dari awal kita memang harus tegas baik dari segi aturan maupun penertiban pasar,” ucap Dev kepada wartawan Liputankepri.com

Terkait keributan ini merupakan kesalahpahaman saja, jadi kita harus sikapi sebaik mungkin, dan tidak ada instruksi dari kita untuk membakar meja hanya saja petugas sedang membakar peti peti yang tidak terpakai.

Dev juga mengatakan bahwa dari awal sudah kita tegaskan bahkan berulangkali disampaikan terkait jangan merubah serta menambah nambah bentuk atau letak sesuatu yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Kita akan tertibkan semua meja meja yang bukan dibuat oleh pemerintah, jangan memodifikasi pasar yang telah ditentukan, jauh sebelum ini sudah kita ingatkan bahkan secara lisan berkali-kali dihimbau,” tegas Dev dengan nada lantang

Jika pedagang bisa tertib mengikuti aturan yang telah diberlakukan maka silahkan berdagang, Namun sebaliknya jika tidak bisa diatur maka silahkan keluar kami tidak memaksa.

Sementara itu terkait meja pedagang yang telah terbakar akan diganti oleh pihak Perusda,menurut data yang telah dikumpulkan ada Sekitar 35 meja pedagang hangus dibakar.

“Kita akan cek kembali terkait meja meja pedagang apakah benar meja mereka telah dibakar atau ada juga sebagian anggota kita mengatakan pedagang itu membakarnya sendiri dengan melempar kedalam api,”tambah Dev singkat.

Mendengar penjelasan dari Direktur Perusda ini ,para pedagang akhirnya paham dan mengerti sehingga tidak adalagi debat mulut dari para pedagang terhadap petugas, sehingga petugas kembali bekerja untuk menertibkan meja meja yang diluar dari Perusda.

Kerumunan dari pedagang pasar Bukit Tembak akhirnya dapat membubarkan diri sekitar pukul 23:10 Wib.(Ron)

 


loading…


banner 468x60 banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.