oleh

Pemda Meranti Salurkan Bantuan Ikan Kaleng Tidak Ada Izin Edar BPOM Juga Ditemukan Berulat Belatung

Meranti – Masyarakat Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti dihebohkan ada temuan ikan kalengan bantuan dari Pemkab Meranti ditemukan Ulat Belatung. Dan video ini pun sempat viral di jagad sosial media.

Yang paling mengejutkan, ternyata ikan kalengan tersebut merupakan salah satu dari enam item didalam paket Sembako bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

Adapun ikan kalengan Makarel Saus Tomat tersebut diketahui bermerek POH SUNG merupakan produk luar negeri yang dikemas oleh PT Sumber Karya Sejati, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan nomor izin edar ML 543929001006,Kamis 28/05/2020.

Dari informasi laman resmi, ikan kalengan merek POH SUNG tersebut  merupakan salah satu dari 27 produk ikan makarel kaleng yang direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah ditarik dari pasaran karena mengandung parasit.

Kepala Desa Lukun, Lukman yang dikonfirmasi melalui aplikasi smartphonenya membenarkan adanya penemuan ulat belatung didalam ikan kalengan yang merupakan bantuan dari Pemkab Kepulauan Meranti.

“Iya betul, ada dua KK yang melaporkan  sardinnya ada cacing, yang lain belum ada dan malah bagus. Mungkin kalengnya bocor, namun kita sudah suruh masyarakat semua mengeceknya. Dari 34 KK yang dibagikan cuma 2 KK saja yang bercacing, kemungkinan bocor halus,” kata Lukman.

Berita Terkait :  Sekda Meranti Pembina Upacara 17 Hari Bulan Dilingkungan Pemkab. Meranti, Minta Kepala OPD Tingkatkan Fungsi Pengawasan

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3KB) Kepulauan Meranti Agusyanto Bakar sebagai leading sektor dan koordinator pembagian Sembako yang dikonfirmasi  mengenai hal ini mengatakan hal yang sama dan mengakui jika ada beberapa kaleng yang bocor sehingga menyebabkan adanya Belatung.

“Itu mungkin ada beberapa kaleng yang bocor, jadi makanya ada Belatung,” kata Agusyanto, Kamis (28/5/2020) siang.
Ketika ditanyakan terkait tidak adanya izin edar terhadap barang tersebut, Agusyanto mengakui jika pihaknya lalai.
“Ini terjadi kesilapaan, tapi nanti akan kita tarik semua barangnya,” ujarnya singkat.

Sementara itu Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti, Mulyono M Ikom mengatakan jika hal ini merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan pemerintah daerah.

“Ini bukan keteledoran tapi sengaja. Ini meracuni masyarakat namanya, sebaiknya jika barang yang sudah tidak ada izin edar jangan dimasukkan lagi, apalagi ditengah Covid-19 ini masyarakat butuh makanan yang sehat. Apalagi ini program pemerintah, bisa-bisa hilang kepercayaan masyarakat dan kepada oknum pengusaha yang sudah diberikan kepercayaan menjadi distributor sebaiknya bekerja dengan baik,” kata Mulyono.

Berita Terkait :  Polres Meranti Terapkan Program Suling Bekerja Sama Dengan Pemda Meranti

Sementara itu, kepala Koperasi Cahaya Indo Nusa selaku distributor, Joko mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa ikan kalengan tersebut tidak perbolehkan beredar dan dia juga mengatakan akan bertanggung jawab dan berkomunikasi dengan dinas untuk menarik sampel ikan tersebut.

Dia menjelaskan, pada awalnya pihak koperasi mendistribusikan 6000 paket dengan ikan kaleng bermerek J&Y namun karena ada permintaan tambahan 400 paket, pihaknya kewalahan untuk sardin merek tersebut karena stoknya terbatas, sehingga pihaknya membeli ikan kalengan dari gudang dengan merk PHO SUNG untuk memenuhi permintaan tersebut.

Pihaknya mengaku mendapatkan barang tersebut dibeli dari Akiong salah satu distributor di jalan Rintis.

“Kami tidak tahu jika merek ikan kalengan tersebut dilarang beredar dan kami akan menarik sampelnya yang berada di desa Lukun , selain itu merek tersebut tidak tersedia dalam jumlah banyak, dan untuk keseluruhannya apakah ditarik, itu dinas teknisnya,” jawabnya.

Berita Terkait :  Surat Terbuka Untuk Pak Irwan,Bupati Meranti

Lebih lanjut dijelaskan, dari PPTK menetapkan harga untuk satu kaleng sardin, Rp 24 ribu disinggung mengenai harga ikan kaleng merek PHO SUNG dia mengaku dengan harga Rp 18 ribu.

“Kita tidak munafiklah mencari untung disini,” katanya singkat.

Dikatakan pihaknya mengambil keuntungan setiap paketnya Rp 33 ribu dari total 6.400 paket yang disalurkan untuk masyarakat.

“Kalau ditotalkan secara keseluruhan kami cuma dapat keuntungan Rp 44 juta setiap tahapnya dengan keuntungan per paket Rp 33 ribu. Adapun total yang kami kelola itu hanya Rp 11, 4 miliar dari Rp 15 miliar, karena disitu juga ada biaya distribusi dan transportasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bantuan berbentuk natura (sembako) seharga Rp 600 ribu yang disiapkan untuk menghadapi tekanan ekonomi masyarakat akibat wabah Covid-19 itu terdiri dari dari 28 kg beras, 1 papan telur, 3 kg gula dan 2 liter minyak goreng, 1 kotak mie instan dan 1 kaleng ikan sarden,(rls/tmy)

Bagikan Artikel ini :