Perusahaan Asing Penaga Timur (M) SDN BHD Dinyatakan Pailit di Indonesia

Perusahaan Asing Penaga Timur (M) SDN BHD Dinyatakan Pailit di Indonesia
Bagikan Artikel ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Liputankepri.com,Karimun – Perusahaan Pelayaran Kapal Asing PENAGA TIMUR (M) SDN BHD yang sempat senter telah memonopoli jalur Pelayaran Karimun Indonesia – Kukup Malaysia berakhir dengan Kepailitan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga PN Medan,Senin (29/10/2018).

Sesuai dengan Putusan Nomor 11/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga Mdn pada 11 Oktober 2018 yang dipimpin oleh hakim ketua Gosen Butar Butar, S.H. M.Hum serta Masrul,S.H M.H dan Fahren,S.H .M.Hum masing – masing selaku Hakim Anggota.

Keputusan pailit itu dikeluarkan lantaran Penaga Timur gagal melakukan Pembayaran utang sebesar 12, 9 milyar kepada Para Kreditur bernama PT. WIJAYA ARTHA SHIPPING (PT WAS) dan PT. UJUNG MEDINI LESTARI (PT UML) asal Kabupaten Karimun – Indonesia.

Kabar ini dibenarkan oleh Kuasa Hukum PT WAS dan PT UML yakni Edwar Kelvin,R.,S.H.,C.PL yang menerangkan kepada awak media ini.

“Memang benar pada tanggal 11 Oktober 2018, Penaga Timur Perusahaan asal Malaysia telah di nyatakan Pailit oleh Pengadilan Niaga Medan, hal ini telah sesuai dengan Pasal 3 ayat 4 UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yang pada pokoknya menyatakan debitur yang tidak berkedudukan di wilayah Negara Republik Indonesia tetapi menjalankan Profesi dan usahanya di Indonesia boleh di PKPU dan/atau di Pailitkan menggunakan Hukum Negara kita,” ucap Kelvin tegas.

Kelvin melanjutkan,pada saat kita mengajukan Permohonan PKPU Sementara pada Pengadilan, kami sudah membuka peluang terhadap Penaga Timur untuk kiranya dapat membayar utang – utangnya kepada kami, namun Penaga Timur seakan tidak memiliki iktikad bahkan sampai batas 45 Hari PKPU sementara berakhir, Penaga juga tidak kunjung mengajukan Proposal Perdamaian kepada kami, malah mereka ingin memperpanjang waktu lagi seakan – akan mempermainkan kami, ya mau tidak mau suka tidak suka, kami keberatan dan berdasarkan Pasal 230 ayat 1 UU Kepailitan apabila kami menolak perpanjangan maka dibitur dinyatakan Pailit,”papar Kelvin Advokat muda yang saat ini tidak asing lagi bagi masyarakat Karimun.

Akibat dari putusan pailit tersebut, Hakim Pengawas yang di tunjuk oleh Pengadilan Niaga Medan telah mengeluarkan Penetapan yakni memerintahkan KSOP Tg Balai Karimun untuk menahan kapal – kapal milik PENAGA TIMUR (M) SDN BHD termasuk dokumen kapal untuk diserahkan kepada Kurator yang diangkat oleh Pengadilan, serta memerintahkan Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mencabut izin operasi, trayek serta menutup jalur pelayaran yang menuju ke pelabuhan Kukup dibawah pengurusan PENAGA TIMUR (M) SDN BHD serta menghentikan semua kegiatan karena telah dinyatakan pailit.

Kurator yang diangkat Pengadilan Seventh Roni Sianturi, S.H. mengatakan bahwa kurator telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran Tanjung Balai Karimun serta telah melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk dapat menjalankan penetapan yang telah diperintahkan oleh pengadilan tersebut.

Disamping itu, Kurator telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk dapat menyampaikan ke Pemerintah Malaysia dampak dari putusan pailit tersebut terhadap hubungan jalur pelayaran kedua belah Negara akibat tidak ada i’tikad baik perusahaan pelayaran Malaysia dalam memenuhi kewajibannya terhadap perusahaan yang menjadi mitra kerja sebelumnya di Indonesia.

Sementara itu mengenai dokumen kapal yang belum diserahkan ke Syahbandar Tanjung Balai Karimun sampai saat ini, kurator telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk dapat diselidiki penyebab belum diserahnya dokumen tersebut karena penyerahan dokumen kapal sudah diperintahkan oleh pengadilan dalam penetapan.

Setiap akibat kelalaian ataupun pihak – pihak yang sengaja hendak menghalang – halangi perintah pengadilan akan dituntut dengan hukum pidana.(Ron)

 

loading…


banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.