oleh

Polair Polda Riau Amankan Dua Kapal Barang Asal Malaysia

Liputankepri.com,Meranti – Dua kapal pengangkut barang dari Malaysia diamankan Polair Polda Riau di perairan Melai kepulauan Meranti.

KM Hengki Jaya dan KM Rupat Jaya diamankan oleh kapal patroli Patroli KP IV-2003 dan dibantu oleh kapal patroli IV-1009 pos Polair Bantan. ketika kedua kapal tersebut mengalami kandas di perairan Melai, Kepulauan Meranti,Sabtu (26/10/2019).

Kasubdit Gakkum Polair Polda Riau, AKBP Wawan Setiawan, kepada awak media,Rabu (30/10) mengatakan ,kedua kapal pengangkut barang dari Malaysia ini kita amankan di perairan Melai saat mengalami kandas.

“Setelah air pasang, patroli gabungan mendekati 2 kapal itu dan melakukan pemeriksaan terhadap muatan kapal yang ternyata isi barang garmen campuran bekas dari negara Malaysia yang tidak tercatat dalam manifest,”terang Wawan.

Berita Terkait :  ​Sekda Meranti Hadiri Sosialisasi Seleksi JPT di Batam

Kendati demikian kata Wawan, adapun isi KM Hengki Jaya berupa 100 karung garmen campuran bekas (yang dilarang dan tidak masuk dalam manifest), 30 drum plastik, kantong plastik 100 kotak, pelampung jaring 50 ikat. Adapun poin 2, 3 dan 4 saat ini sudah dibayar ke Bea Cukai.

Sedangkan isi KM Rupat Jaya adalah 100 karung garmen campuran bekas (yang dilarang dan tidak masuk dalam manifest), drum plastik 30 buah, kotak nasi 100 bak, pelampung jaring 50 ikat.

“Untuk poin 2, 3 dan 4 saat ini juga sudah dibayar ke Bea Cukai. “200 karung garmen (dari dua kapal-red) dilarang dan tak masuk manifest,” ujar Wawan.

Guna proses lebih lanjut, tambah Wawan, kapal tersebut dibawa ke Pos Polairud Tebingtinggi di Selatpanjang. Selanjutnya perkara tersebut akan dilimpahkan ke Bea Cukai Kepulauan Meranti, sebab penyidikan perkara kepabeanan merupakan kewenangan Bea dan Cukai.

Berita Terkait :  Asisten III Buka Kegiatan Penilaian Lomba Kecamatan Sayang Ibu Tingkat Provinsi Riau, Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak

“Adapun Pasal yang diterapkan adalah pasal 102 huruf A jo Pasal 7 A ayat 2 UU RI no 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU RI No 10 1995 tentang kepabeanan,”ungkap Wawan mengakhiri.(An)

Bagikan Artikel ini :