oleh

Wabup Pimpin Rapat Penanggulangan Sampah Kota Selatpanjang, Perlu Langkah Konkrit Semua Pihak Atasi Sampah

-Featured-13 dilihat

Liputankepri.com,Selatpanjang – Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim memimpin rapat penanggulangan sampah di Kota Selatpanjang, kegiatan dalam rangka mencibtakan Kota Selatpanjang menjadi Kota yang bersih, indah dan sehat itu dipustakan dikantor Camat Tebing Tinggi, Senin (9/9/2019).

Hadir bersama Wakil Bupati, Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Asisten II Sekdakab. Meranti H. Revirianto, Kadis Lingkungan Hidup Meranti Drs. Said Asmaruddin, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE M.Si, Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH, Kabag Ekonomi Sekda Meranti Abu Hanifah, Camat Tebing Tinggi Abdul Hamid, Sekretaris Bappeda Meranti Randof, Kabid Kebersihan Dinas LH Meranti Husni Mubarak, Jajaran Pejabat Kecamatan dan Kades Se-Kecamatan Tebing Tinggi.

Menurut Wabup untuk mengatasi masalah sampah dilakukan langkah konkrit tanpa itu meranti bersih, indah dan sehat hanya menjadi wacana.

Dijelaskan Wakil Bupati masalah sampah merupakan masalah krusial yang harus segera dituntaskan di Meranti. Solusi awal yang harus dilakukan menurutnya adalah dengan melibatkan aparatur Pemerintah Kabupaten, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan untuk melakukan sosialisasi menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Berita Terkait :  Aunur Rafiq Genjot Sektor Maritim

Namun sikap sadar sampah masyarakat itu juga harus didukung sarana dan parasara seperti tempat penampunhan sampah, mesin pengurai sampai juga armada Truk Sampah maupun Gerobak Sampah.

“yang menjadi masalah saat ini dimana sampah akan ditampung jika belum ada fasilitas tempat penampungan sampah maka Perda sampah belum dapat diberlakukan disitulah peran Pemerintah untuk menyediakan fasilitas,” jelas Wabup. 

Kini Pemerintah Kep. Meranti tengah mengukur kekuatan sarana dan prasarana pengangkut sampah serta tempat penampungan sampah dengan begitu dapat diketahui secara pasti fasilitas dan sarana apa yang harus diadakan untuk mengatasi permasalahan sampah termasuk juga bahan bakar untuk operasional.

Dari keterangan pihak Dinas Lingkungan Hidup Meranti melakui Kabid Kebersihan Husni Mubarak, saat ini pihak Dinas LH telah meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan tempat penampunhan sampah baru yang berada di Desa Sesap seluas 9.5 Ha.

Selain itu untuk kendaraan pengangkut sampah sudah tidak memadai lagi khususnya mobil Dump Truck, untuk motor Kaisar diakui pihak Dinas LH Meranti berjumlah 13 unit, Bak Kontainer penampung 4 Unit.

Berita Terkait :  DPRD Karimun Dinilai Abaikan Kepentingan Masyarakat

Selanjutnya H. Said Hasyim yang pernah berhasil menangani permasalah sampah di Pasar Jodoh Batam itu meminta pekerja kebersihan di Kota Selatpanjang yang berjumlah 215 orang dapat bekerja maksimal karena kebersihan Kota sangat bergantung pada kinerja para pasukan orange tersebut.

Dalam rapat tersebut berbagai saran mengatasi masalah sampah di Merati disampaikan peserta salah satunya oleh Asisten II Sekdakab. Meranti H. Revirianto, menurutnya bicara masalah sampah ada 2 faktpr pertama masyarakat dan sarana prasarana. Dicontohkanya penanggulangan sampah di Kota Solo dimana para pedagang harus menyediakan plastik sampah sendiri dilokasi dagangannya. Pemda Solo akan mengenakan sanksi bagi pedagang yang tidak bisa menjaga kebersihan tempat dagangannya. Dan strategi ini menurut Revi dapat dicontoh.

Saran lainnya juga disampaikan oleh Kasatpol PP Helfandi, menurutnya petugas kebersihan harus dimaksimalkan dengan mulai bekerja sejak subuh hari sebelum aktiftas kantor dimulai.

Untuk menangani masalah sampah dari hasil rapat dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit setidaknya 2 miliar.

Berita Terkait :  Kapolda Kepri Apresiasi Sinergitas TNI-POLRI di Karimun

Problem mendasar dijelaskan Kadis LH Meranti Said Asmaruddin adalah, Masalah TPS yang ada saat ini kebanyakan TPS liar, dan TPA di Gogok sudah menumpuk dan tidak representatif lagi, begitu juga kendaraan pengangkut sampah serta kesadaran masyarakat yang kurang.

Dikatakan Wabup, berdasarkan hasil penelitian dar mahasiswa Belanda, sampah di Merati terbagi menjadi beberapa golongan 1. Plastik, 2. Kimia, 3. Organik, 4. Non Organik, 5. Kaca, 6. Logam dan lainnya.

Yang paling berbahaya adalah yang sulit terutai seperti Softex, Kaca, Plastik, Kayu dan Besi. Namun menurutnya semua menurutnya memiliki nilai ekonomi dan bisa dimanfaatkan. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan kerajinan tangan. Sedangkan sampah plastik dapat dijual untuk menghasilkan uang.

“Jika sampah bisa dikoordinir dengan baik jika sebelumnya sebagai bencana dapat menjadi berkah,” ucap Wabup.

Terakhir Wabup memerintahkan kepada Dinas dan Bagian terkait untuk merumuskan strategi jitu untuk mengatasi masalah sampah demi mewujudkan Meranti yang bersih, indah dan sehat. (rls)

Bagikan Artikel ini :