Aktivitas Pembukaan Lahan Oleh Oknum Pengusaha Di Dabo Singkep Diduga Ilegal

  • Bagikan
Lurah Sungai Lumpur Roni Wahyudin

Lingga – Aktivitas pembukaan lahan dibelakang SMAN 002 Singkep cukup meresahkan warga sekitarnya, pasalnya selama aktivitas pembukaan lahan tersebut setiap kali turun hujan acap kali mengakibatkan banjir yang mengandung lumpur hingga kerumah-rumah warga.

”Kalau musim hujan, air bercampur lumpur turun dari bukit diatas hingga masuk ke rumah warga. Seperti, dirumah saya ini yang sangat dirugikan,” kata Ketua RT Arifin, Rabu (23/6/2021).

Menurut Beliau, pihaknya sudah melaporkan kepada Plt Lurah Sungai Lumpur Roni Wahyudin maupun Camat Singkep Agustiar dalam beberapa pertemuan terkait hal ini. Namun, permasalahan untuk mengatasi banjir yang datang dari bukit tersebut belum ada hasil.

”Tak tau lagi kami mau mengadu kepada siapa. Lurah dan Camat tidak ada tanggapan sama sekali. Terlihat pemangku kebijakan, terkesan biasa-biasa saja seperti tidak ada kejadian,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Kapolresta Barelang Gagalkan Penyelundupan 6,9 Kilogram Sabu Asal Malaysia

Hal senada juga diungkapkan Perdi salah seorang warga yang merasakan dampak akibat aktivitas pembukaan lahan tersebut. “Saat hujan turun, terpaksa harus berjaga untuk siap-siap membersihkan rumahnya ketika hujan sudah reda,” keluh Perdi.

”Apalagi saat bulan puasa, waduh banjir lumpurlah dirumah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Sungai Lumpur Roni Wahyudin saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa memang ada masyarakat disekitar lereng bukit tempat lahan tersebut dibuka mengadu kepada pihaknya. Bahkan, dirinya bersama Camat Singkep turun bersama untuk berdialog dengan masyarakat.

”Bingung juga saya. Sebab, saya menjadi Plt Lurah Lumpur baru empat bulan. Sedangkan, kegiatan pembukaan lahan dibukit sudah berlangsung lama,” jawabnya.

Selanjutnya, kepada Camat Singkep Agustiar saat ditemui mengungkapkan, sejauh ini memang sudah beberapa kali menggelar rapat internal terkait peristiwa tersebut yang terakhir pada 2 Juni lalu. Pihaknya juga sudah menyurati AS selaku penggelola lahan tersebut.

Berita Terkait :  Anggota DPRD Karimun,Raja Rafiza Dukung Nelayan yang ditahan di Malaysia

”Saya juga tidak menerima surat-surat tentang pembukaan lahan dibukit. Intinya, diduga soal perizinan masih diragukan. Sebab, surat tersebut sudah saya tembuskan ke Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU dan bagian perizinan PTSP Kabupaten Lingga,” jawabnya.**

(Ari)

Bagikan Artikel ini :
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan