Nasabah Bank BNI Life Cabang Selatpanjang Merasa Tertipu Atas Potongan Saldonya Mencapai 50%

  • Bagikan

Liputankepri.com,Meranti- Belum lama ini beberapa nasabah Bank BNI Cabang Selatpanjang yang mengikuti program BNI Life merasa kecewa atas pemotongan saldo isi tabungan yang dilakukan secara sepihak.

Seperti yang dialami Herman (40) salah seorang warga Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau bahwa dirinya merasa tertipu dan dirugikan atas pemotongan saldo isi tabungan yang dilakukan secara sepihak dengan program asuransi pendidikan anak mencapai lebih kurang 50%. Jumat 22/10/2021.

Di ceritakan Herman awalnya, saat ia membuka tabungan di BNI ia ditawar salah seorang pegawai bank BNI selaku CS berinisial R terkait program tabungan anak perbulan sebesar Rp 300.000 jika menabung dengan jangka waktu 5 tahun untuk anak yang masih duduk di klas 1 SD mendapat lebih kurang 30 jt sedangkan untuk anak duduk klas 2 SD dangan jangka waktu 4 tahun mendapat lebih kurang 20 jt jika sampai waktu uang tabungan di cairkan secara utuh.

Namun bertolak belakang, setelah didaftarkan dua anaknya menabung sebesar Rp 300.000 perbulan untuk dua anak Rp 600.000 perbulan.

Berita Terkait :  Bupati Meranti Ikuti Upacara HUT Riau Ke 64 Tahun Secara Virtual

“Setelah dua jam pendaftaran ditandatangani pada tanggal 07 juli 2020 lalu, uang saldo di ATM bisnis saya langsung di potong untuk tabungan satu tahun sebesar Rp 7.200.000, sementara sesuai komitmen pembayarannya perbulan bukan pertahun,”Kata Herman kepada media ini Kamis 21/10/2021.

“Saat ditanya mereka beralasan bawa untuk program tabungan anak perbulan sudah tutup yang ada hanya pemotongan satu tahun, itu setelah uang saldo ATM saya dipotong.”

Lanjutnya karena ATM saya ATM bisnis dengan pemotongan sekaligus sebesar itu sehingga terganggu bahkan uang orang ada didalam ATM juga ikut dipotong kemudian saya mau merubah ATM saya. Hampir tiga bulan tidak kunjung selesai perpindahan ATM dan pembayarannya juga sekaligus satu tahun saya tidak sanggup dan mau mundur dari program tersebut.

“Atas hal itu berbagai persoalan yang muncul, pada tanggal 23 Agustus 2021 saya mengundurkan dari progam itu dan menandatangani kwitansi berkas secara resmi. Setelah tiga hari kemudian uang tabungan bukanya dicairkan sepenuhnya secara utuh malah pada tanggal 25 Agustus 2021 uang saldo di ATM saya kembali dipotong sebesar Rp 7.200.000. jadi total uang saya Rp14.400.000 yang di cairkan hanya Rp 7.800.000,”

Berita Terkait :  Sekda Meranti Buka Kegiatan Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah PNS

Tidak sampai di situ,”Berkali-kali saya mendatangi kantor BNI menanyakan untuk meminta uang secara utuh, pihak bank mulai berdalih bahwa petugas bank BNI Life tidak ada lagi dan mengarahkan saya menanyakan ke pihak BNI Life di kepri,”

“Dan pihak bank BNI mengatakan bahwa uang tabungan dibagi dua ke asuransi dan investasi, padahal saat menawarkan tidak ada membahas tentang asuransi dan investasi. Yang saya tau tabungan anak bukan asuransi maupun investasi”

“Jika saya tau buat apa saya ikut mending saya daftar anak saya ke BPJS saja. buat apa selama 1 tahun saya menabung sebesar Rp 7.200.000 yang di kembalikan Rp 496.000,”ujar Herman,”

“Saya sudah 11 tahun percaya menjadi nasabah BNI maka dari itu atas kejadian ini saya sangat kecewa, jika mereka tidak ada etikat baik dalam waktu dekat ini saya akan menyurati dan melapor perkara ini ke Ombudsman Republik Indonesia, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di kesempatan ini juga saya berharap kepada masyarakat meranti khususnya untuk lebih waspada mengikuti program di bank BNI,”tutupnya.

Berita Terkait :  Upacara HUT Provinsi Riau Ke-62 di Kepulauan Meranti Berjalan Hikmat

Sementara pihak PT BNI Life Tanjung Balai Karimun (Kepri) ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp dengan no kontak 0822-8343-####, sempat dibalas bawa PT BNI Life sudah sesuai prosedur, namun baru hitungan detik pesan tesebut lalu di hapus. pihak bank terkesan tidak punya etiket baik memblokir nomor kontak WhatsApp awak media ini sehingga tidak bisa diminta keterangan lebih lanjut. Begitu juga dengan pihak bank BNI cabang Selatpanjang belum bisa diminta keterangan hingga berita ini di terbitkan. ™

Bagikan Artikel ini :
  • Bagikan