class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16048 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Karimun / Liputan Bea Cukai

Jumat, 23 Maret 2018 - 16:22 WIB

Bea Cukai Karimun Amankan Ratusan Karung Pakaian Bekas

Liputankepri.com,Karimun – Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Kepualauan Riau (Kepri) mengamankan satu unit perahu pancung. Perahu tersebut mengangkut ratusan botol minuman beralkohol (mikol) di perairan Kolong, Karimun, Kepulauan Riau, Senin (12/3/2018) malam.

Selang dua hari, petugas mengamankan KM Arifin Jaya yang mengangkut ratusan karung pakaian bekas asal Singapura di Perairan Puakang, Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (14/3/2018). Saat ini perahu pancung dan kapal KM Arifin Jaya berada di dermaga Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabeanan B Tanjungbalai Karimun untuk diperiksa.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Tanjungbalai Karimun, Bagus Hariadi mengatakan, dari penindakan terhadap perahu pancung tanpa nama tersebut, petugas mengamankan ratusan minuman beralkohol. Yakni 144 botol wishky golongan B merek Colombus, 95 (6 botol vodka merk Colombus, 120 botol MMEA golongan B merk Mc Donald, 60 botol MMEA golongan B merk Topi miring, dan 60 case MMEA golongan A merk Carlsberg).

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran 2021

“Penyitaan mikol ini karena diduga melakukan pelanggaran terhadap UU RI No 39 Tahun 2007 tentang perubahan UU RI No 11 Tahun 1995 tentang Cukai, pasal 66 ayat 1 junto PP No 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai,” kata Bagus Hariadi melalui sambungan selulernya, Rabu (21/3/2018) malam.

Nilai barang diperkirakan sebesar Rp 13.080.000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7.920.000. Mikol yang rencananya akan diedarkan di Tanjungbalai Karimun ini akan menimbulkan kerugian baik secara materill maupun immateril.

“Peredaran barang ilegal akan mengganggu potensi penerimaan dari sektor cukai yang dibebaskan. Sedangkan secara immateriil, kerugian yang ditimbulkan antara lain berupa terganggunya moral dan kesehatan masyarakat serta terjadinya kerusakan lingkungan,” jelas Bagus.

Sementara itu, dari KM Arifin Jaya, petugas mengamankan 505 karung berisi pakaian bekas. Penindakan dilakukan karena melanggar pasal 102 huruf a junto pasal 103 huruf d UU RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No 17 Tahun 2006.

Baca Juga :  Breakingnews : Kapal DA WEI Berbendera Taiwan Digeledah Anjing Pelacak.

“Ratusan pakaian bekas ini berasal dari Singapura dan akan dipasarkan di Tanjungbalai Karimun,” kata Bagus.

Bagus mengaku diamankannya pakaian bekas ini karena menimbulkan kerugian materil, mengganggu perindustrian tekstil dalam negeri. “Kalau dampak lainnya yakni dapat mengganggu kesehatan masyarakat, karena ini merupakan pakaian bekas,” jelas Bagus.

Selain mengamankan ratusan karung pakaian bekas bernilai Rp 101 juta tersebut, petugas mengamankan dua pelaku yakni nahkoda dan ABK KM Arifin Jaya. Kini, keduanya dititipkan di rutan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Untuk mengantisipasi adanya barang berbahaya lainnya ataupun narkotika, petugas Kantor Bea Cukai Tanjungbalai Karimun meminta bantuan dari Unit K9 Kantor Bea Cukai Batam. “Sifatnya untuk antisipasi, siapa tahu kapal ini juga mengangkut narkotika. Dan sejauh ini hasilnya nihil,” tutupnya.(red)

Share :

Baca Juga

Batam

Gelar Operasi Pekat,Polisi Jaring Pasangan Kumpul Kebo

Featured

Covid-19, Anggota DPRD Karimun, Mau tidak mau Reses harus dilaksanakan

Featured

Pj Bupati Kampar Mengambil Sumpah dan Lantik Pj Sekda Kampar

Karimun

Kapolres: Comment Centre Adalah Sarana Kepolisian Menyaring dan Memonitor Informasi Di Masyarakat

Hiburan

IWO Karimun Gelar Berbuka Puasa Bersama

Ekonomi

Menteri Bambang: Keuntungan Investasi Dana Haji Rp8 Triliun/Tahun

Featured

Aisyah Sani Lebih Dukung Rini Ketimbang Isdianto Jadi Wakil Gubernur Kepri

Berita

Bersama Patron, Kajari Karimun Serahkan Kunci Bedah Rumah Layak Huni
error: Content is protected !!