oleh

BPOM Pekanbaru Tetapkan Pedagang Kelontong Di Meranti Sebagai Tersangka

Liputankepri.com,Meranti- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru tetapkan salah seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial SMN sebagai tersangka terkait perkara tindak pidana Obat dan Makanan,Selasa 04/05/2021.

Itu diketahui danya Surat Panggilan NO. 02/PGL/BBPOM/11/2021/PPNS ditanda tangani Pit Kepala BBPOM di Pekanbaru Veramil Ginting S Si. Apt. MH. kepada SMN yang terbitkan pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 kemaren.

Dimana dalam surat pangilan tersrbut meminta SMN untuk menghadap kepada Seti Sumartini.,SH di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pekanbaru Wilayah Kerja Selat Panjang Jl. Pelabuhan 1 No. 04 Selat
Panjang, pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2021, Pukul 11.00 WIB untuk
didengar keterangannya sebagai TERSANGKA dalam perkara tindak pidana
Obat dan Makanan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 142 jo
Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang RI No. 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Berita Terkait :  Serap Aspirasi Masyarakat, H.Hatta Adakan Reses di Desa Tanjung Gemuk Rangsang

Namun hal itu menjadi tanda tanya serta perbandingan bagi masyarakat meranti dengan kasus pada tahun 2016 silam dimana tim gabungan dari BPOM RI, Balai POM Riau, satu kapal meamankan produk pangan illegal tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Sedangkan pada tahun 2016 sialm satu kapal barang dengan lebih kurang sebanyak 33 produk pangan illegal dalam aksi penggeledahan dan pengamanan barang ilegal jenis makanan dan minuman yang dilaksanakan tim gabungan dari BPOM RI, Balai POM Riau, Bea Cukai pusat dan Bareskrim Mabes Polri di Kota Dumai tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka,”Jelas sumber kepada media ini dengan bada sedikit kesal.

Lanjutnya, yang menjadi pertanyaan lagi dalam sidak dilakukan yang dilakukan BPOM Pekanbaru pada saat itu ketahui ada beberapa pedagang kelontong lainya yang diperiksa, kenapa hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan anehnya lagi penetapan tersangka kepada pedangang penjual buah tersebut baru sekali panggilan dan tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut susah ditetapkan sebagai tersangka, kita kawatir ada motif lain untuk itu kita berharap kepada rekan-rekan media untuk menanyakan hal ini kepada petugas BPOM,” harap sumber.

Berita Terkait :  Wakapolresta Pekanbaru Pimpin Apel Pengamanan Pelantikan Kepala Daerah

Sementara itu pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru berkali-kali dikonfirmasi media ini belum bersedia memberi keterangan.

“Saya tidak penyidik nya,jadi ttidak tahu persis, maaf untuk memberikan informasi ke luar agar menghubungi ka BBPOM,” Kata salah satu petugas BPOM Pekanbaru melalui pesan WhatsApp peribadinya kepada media ini, Senin 03/05 /2021.

Begitu juga SMN sejak ditetapkan sebagai tersangka warung dagang kelontongnya kelihatan jarang di buka sehingga tidak bisa diminta keterangan.(tm)

Bagikan Artikel ini :