Kebun Sagu Miliknya Diduga Diserobot Oleh AGN Pengusaha Di Meranti, Eramzi Berharap Keadilan

  • Bagikan

Meranti – Sungguh malang nasip menimpa Eramzi Alias Jang (55-th) warga Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti mengakui Kebun Rumbia (sagu) miliknya diserobot dan ia juga dipolisikan.

Kebun sagu miliknya yang berlokasi di jalan Sungai Raye Simpang Nipah Rt/Rw/04/04 Desa Lukit Kecamatan Merbau diduga telah diserobot oleh salah seorang pengusaha sagu berinisial AGN alias Herdi warga keturunan tionghoa berdomisili di Jl A. Yani Selatpanjang kota.

Penyerobotan ini diakui oleh Eramzi, diduga dengan merekayasa surat jual beli atas dirinya tanpa sepengetahuan dirinya sebagai pemilik lahan.

“Lahan tersebut saya dapatkan dari hasil pembukaan lahan untuk menanam rumbia (sagu) pada tahun 1996. Saya baru mengetahui jika kebun sagu milik saya telah diserobot oleh salah seorang pengusaha bernama AGN itu saat saya hendak memanen rumbia milik saya sendiri tiba-tiba mau ditangkap dan dilaporkan kepihak kepolisian polres meranti pada tahun 2019 lalu,” Ungkap Eramzi pada media ini, Jum’at 04/06/2021.

Diwaktu yang sama diceritakan Norma istri Eramzi asal usul tanah kebun sagu yang diduga diserobot tersebut, pada tahun 1996 bahwa ayahnya mengajak suaminya Eramzi dan ipar Sampul dan Agusnimar membuka lahan hutan untuk kebun rumbia (sagu) dilokasi tersebut hingga tahun 1998.

“Berjalannya waktu pada tahun 2000 ayah saya meninggal dan kami membuat surat blok peta tanah dengan luas +- 653,730m2 dan ditanda tangani oleh kepala desa lukit pada saat itu (Tohiran),” Kata Norma

Berita Terkait :  Wabup Meranti Tinjau Operasional EMP Malacca Strait di Kecamatan Tebing Tinggi Barat

Lanjutnya,Dalam surat blok terdapat tiga bidang pertama milik Agusnimar dengan luas +- 217,910m2, kemudian Sampul dengan luas +-204,820m2 dan Eramzi dengan luas +-231,000m2 atau lebih kurang 70 jalur di bagian Utara bersepadan dengan Sampul, bagian Timur, Selatan dan Barat dengan Hutan Belukar. Pada tahun 2002 kami membuat Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dibuat oleh H Rozali selaku Pengulu lukit pada saat itu.

“Pada tahun 2008 kami pergi kelokasi tanah tersebut terlihat penuh dengan rumbia dan kami mencari tau siapa yang menanamnya karena tidak ada yang tahu sampai kami bertanya dengan Sapar yang merupakan selaku pembersih tanah tersebut dulunya dan menanyakan dengan orang tuanya yang kami panggil Cik Soru, setahu Cik Soru ada tokeh yang diketahui berinisial AGN alias Herdi tapi yang ia beli hanya tanah pada Agusnimar,” terangnya.

“Kemudian kami coba datang menjumpai AGN alias Herdi untuk menanyakan apakah ia menanam sagu di tanah kami dan mau menyelesaikan secara baik-baik kepada AGN alias Herdi yang kami panggil tokeh itu, apakah kenal sama Agusnimar dia bilang dia tidak kenal dan tidak ada kita beli. malah ia bilang kalau tidak ada surat semua orang satu selatpanjang boleh punya kita,”

Lanjutnya,”Karena tidak ada yang mengaku dan tidak tau, pada tahun 2019 lalu saat saya menurunkan rombongan hendak menebang sagu di kebun sendiri tiba-tiba kami yang mau ditangkap dan dilaporkan ke pihak kepolisian polres Meranti oleh AGN alias Herdi yang sebelumnya ditanya mengaku tidak tau”

Berita Terkait :  Wabup Meranti Jenguk M Dzakir Bocah Kelainan Jantung Warga Jalan Pramuka

“Disaat dikantor kapolres saya diperlihatkan surat jual beli lahan tersebut milik AGN alias Herdi yang ia beli berdasar surat tebas tebang Eramzi pada tahun 1990. Padahal saya tidak pernah menjual dan tidak kenal dengan AGN alias Herdi, anehnya lagi pada tahun 1992 saya menikah saja belum bagai mana sampai ada surat tebas tebang pula,” Ujar Eramzi.

“Pertengahan jalan perkara ini ada informasi melalui pihak ketiga AGN alias Herdi mau berdamai dan mau membayar ganti rugi tapi bukan damai mau memulang tanah. Yang dia sanggup membayar sebesar 130 jt untuk dua bidang,tanah saya dan tanah Sampul. dengan harga dihitung 1jt satu jalur tanah. Kami tidak mau kenapa melibatkan tanah orang yang bukan hak kami, yang kami mau hanya untuk hak kami saja,”

“Kemudian karena kita mau pekara ini cepat selesai,belum lama ini saya tanya lagi bagai mana dan dia sangup membayar 200jt, kita mau waktu itu satu jalur tanah 4jt dan kita juga tidak mau menekan jika sesuai pasaran sekarang satu jalur tanah yang sudah berisi sampai 15jt perjalur,”

“Yang menjadi tanda tanya dan merasa heran lagi kami yang di periksa atas perbuatan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau menyuruh melakukan pencurian batang rumbia (sagu) milik kita sendiri”

Berita Terkait :  Wabup Targetkan Meranti Punya Mall Pelayanan Publik Teritegrasi

“Dalam hal ini justru kami yang meragukan keabsahan surat jual beli dimiliki Aguan karena ini terkesan maling teriak maling. Sebenarnya kita yang menjadi korban penyerobotan dengan cara diduga kuat merekayasa surat jual beli yang seharusnya dicek juga keabsahan nya,karena kami tidak pernah menjual dan siapa yang menanda tangani surat tersebut”

“Untuk itu kita menginginkan masalah ini secepatnya selesai secara baik dan kita juga berharap pihak kepolisian mengecek keabsahan surat jual beli yang dimliki AGN alias Herdi, Jika hal ini tidak ada titik terang penyelesaiyan kita juga akan bikin laporan balik perkara ini”

Atas perkara itu AGN alias Herdi ketika dikonfirmasi media ini, Jum’at 11/06/2021sore di kedai Harun Sari kopi miliknya, ia tidak bisa memberi keterangan banyak dan mengarahkan untuk menanyakan kepada pihak kepolisian.

“Semuanya sudah saya serahkan ke polisi untuk lebih jelas, tanya saja sama polisi dalam hal ini kepada penyidik, malas aku banyak cerita, karena polisi yang lebih tau siapa yang benar dan siapa yang salah,”Kata AGN kepada media ini.

Begitu juga ketika disinggung mengenai darimana dan siapa yang menjual kepadanya kebun tersebut,”Saya malas cerita masalah ini, muak saya cerita-cerita masalah ini, semua sudah saya jelaskan sama polisi,” kelah AGN.

Sementara itu pihak kepolisian yang menangani perkara ini belum bisa diminta keterangan,
hingga berita ini diterbitkan. ™

Bagikan Artikel ini :
banner 120x600
  • Bagikan