Kemampuan Bicara Bahasa Inggris Masyarakat Indonesia Kurang

Liputankepri.com,Jakarta – Adanya perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat peta persaingan pekerja semakin ketat.

Kompetisi untuk memperebutkan lowongan pekerjaan bukan saja datang dari sesama pekerja Indonesia, tetapi juga dengan pekerja dari negara-negara lain di ASEAN.

Kemampuan penguasaan bahasa asing khususnya Inggris pun menjadi salah satu modal yang penting untuk mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain.

Apalagi kemampuan bicara dalam bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih kurang.

“Berdasarkan survey dari hasil test awal yang dilakukan calon siswa, 46,5% ditemukan memiliki kemampuan berbicara dua level lebih rendah di bawah kemampuan reading dan listeningnya,” terang Country Manager EF English Centers for Adults Indonesia, Patricia Setyadjie ketika ditemui di English First Center, di FX mall, Sudirman, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Berita Terkait :  Pemerintah Pusat Terkesan Lambat Merespon Penolakan Masyarakat Jemaja

“Kenyataannya, kemampuan berbicara memiliki peran sangat penting dalam komunikasi bisnis, Lalu bagaimana kita bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang lebih fasih dalam berbahasa Inggris, terlebih dalam perusahaan-perusahaan besar dan multinasional?,” lanjutnya.

Sementara itu, Center Director EF English Centers for Adults, FX Sudirman, Mahardika Halim memaparkan, menurut data Karir.com yang dirilis Maret 2016 terhadap sektor industri, 42% perusahaan di Jakarta umumnya mengharuskan calon pencari kerja memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

Lalu dari data Karir.com lainnya menunjukkan 2 industri yang mensyaratkan skill bahasa Inggris ternyata juga menjadi industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Sebut saja Manufaktur dan Konstruksi. Industri lainnya adalah perdagangan, jasa, ritel, layanan kenyamanan (hospitality), komputer/IT, F&B, konsultan, finansial dan bank.

Berita Terkait :  Anggota DPRD Tanjungpinang,PM.Sitohang: Piknik ke Pantai Trikora Untuk Mempererat Silaturahmi

“Nah, di EF English Centers for Adults ini, kami memasukan berbagai skills ke dalam kurikulumnya seperti Creative Business Skills, Presentation Skills, Business Etiquette, Networking Skills, dan Building Confidence,” tutur Mahardika.

Selain kemampuan Bahasa Inggris, sambung dia, kekurangan lainnya yang menimpa pekerja Indonesia adalah ketika melakukan presentasi, bagaimana mengomunikasikan idenya, serta membangun jaringan.

Selain itu, bagi para pekerja yang memiliki jam kerja yang tidak menentu, EF juga menarwakan kelas online yang jadwalnya tersedia 24 jam selama tujuh hari dalam seminggu dengan guru native speaker.

“Dengan semuanya ini, tidak ada alasan dan hambatan lagi bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang mutlak dibutuhkan sebagai skill dalam era abad 21 ini,” timpal Patricia.

Bagikan Artikel ini :

Tinggalkan Balasan