Kunjungan Iman Sutiawan ke Karimun Dinilai Langgar Protokol Kesehatan

  • Bagikan

Karimun – Bakal calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Iman Sutiawan terkesan mengabaikan aturan protokol kesehatan saat berkunjung ke wilayah Kabupaten Karimun pada, Selasa (18/8/2020) lalu.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Meral, Acai Lim didampingi oleh tokoh pemuda Karimun Feri Setiawan pada, Minggu (23/8/2020) malam.

Acai Lim mengatakan, dilihat dari foto yang bersebar di media sosial Facebook. Iman Sutiawan dengan mesra berfoto ria bersama masyarakat di Posko Ramlan, Pemenangan Pasangan Soerya-Iman di kawasan Kolong, Kecamatan Karimun, Selasa (18/8/2020) sore.

Namun sangat disayangkan, Iman yang berniat ingin menjalin silaturahmi dengan masyarakat Karimun justru terkesan mengacuhkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kita bisa lihat dari foto itu, mereka berdiri rapat tanpa jarak, maskernya juga gak di pakai, bahkan pak Iman Sutiawan sendiri juga gak memakai maskernya. Secara terang-terangan beliau melanggar protokol kesehatan yang di tetapkan Pemerintah,” kata Acai Lim.

Berita Terkait :  ‘B’Ferry Peduli, Sembako gratis untuk masyarakat kurang mampu

Tindakan melanggar protokol kesehatan yang dilakukan Iman Sutiawan saat mengunjungi Kabupaten Karimun juga dinilai memberikan contoh sekaligus dampak buruk terhadap masyarakat.

“Bagaimana mau jadi Wakil Gubernur yang baik, baru jadi bakal calon saja sudah memberikan dampak buruk kepada masyarakat. Mestinya, sebagai bakal calon pemimpin Iman seharusnya ngasih contoh yang baik. Ikutilah anjuran protokol kesehatan, apalagi beliau datang dari Kota Batam kabarnya,” ujar Acai.

Selain Iman Sutiawan, Acai Lim juga berharap kepada seluruh bakal calon baik dalam Pilgub Kepri maupun Pilkada Karimun untuk menjalin silaturahmi tanpa mengancam kesehatan masyarakat.

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, dan menjadi pelajaran bagi seluruh bakal calon dalam Pilgub kepri maupun Pilkada Karimun. Kita sama-sama ketahui bahwa sekarang kasus pasien positif Covid-19 di sini meningkat, jadi tetaplah ikuti anjuran protokol kesehatan yang berlaku. Kalau mau jalin silaturahmi jangan ancam kesehatan masyarakat,” tutup Acai Lim.

Berita Terkait :  Warga Tebingtinggi Gelar Gotong Royong Massal

Sementara itu ditempat yang sama tokoh pemuda Karimun Feri Setiawan juga menyayangkan hal itu terjadi, menurutnya saat ini wabah Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi seluruh masyarakat, ditambah lagi penyebaran virus corona di kabupaten Karimun semakin meningkat.

“Saya hanya menyampaikan patuhilah protokol kesehat sesuai anjuran pemerintah, bukan malah terkesan mengabaikannya. Ini demi kepentingan bersama, siapa pun itu, bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?, Penyebaran virus ini siapapun bisa terjangkit,” ucap Feri Setiawan singkat.

Diketahui, Iman Sutiawan merupakan Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri yang akan berpasangan dengan Soerya Respationo sebagai Bakal Calon Gubernur Kepri.

Dengan mengusung tagline ” Sinergi Kepri” pasangan ini telah mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra, PDI-P dan PKB.

Sinergi Kepri merupakan akronim dari “Soerya-Iman Energi Kepri”, yang dimaksudkan akan menjadi energi guna membangun Kepri lebih baik di masa mendatang.

Berita Terkait :  Tim Disbintalad Gelar Kegiatan Bina Mental Prajurit Raider Khusus 136/TS

Pasangan Bakal Calon Soerya-Iman yang merupakan perpaduan Ketua DPD PDI-Perjuangan dan Ketua DPD Partai Gerindra Kepri itu sampai saat ini telah mengantongi rekomendasi dari DPP Partai Gerindra, DPP PKB dan DPP PDI-Perjuangan, yang dalam waktu dekat akan segera diumumkan.

Menteri Dalam Negeri  Tito Karnavian mengatakan, seluruh pihak termasuk kontestan dan tim sukses untuk Pilkada serentak 2020 diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapannya.

Mantan Kapolri ini bahkan menegaskan agar kontestan yang tak mengindahkan imbauan itu tidak dipilih dalam pesta demokrasi tahun ini.

“Protokol kesehatan diikuti, kalau ada yang kontestan ada tidak bisa mengatur pendukung tim suksesnya sampai terjadi iring-iringan masa, konvoi, ya jangan dipilih lah. Bagaimana mau mengatur masyarakat yang jumlahnya ratusan ribu, puluhan ribu, baru mengatur 200 orang 300 orang tidak bisa,” ujar Mendagri, seperti tertulis dalam keterangan resmi Kemendagri.***

(tim)

Bagikan Artikel ini :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan