oleh

LSM Resamkala: Ada Dugaan Penyelewengan dari Sektor Pajak Sarang Burung Walet

Mencengangkan, Tahun 2020 Rata-rata Usaha Sarang Burung Walet Hanya Produksi Kurang Dari 6 ons”

Lingga – Dari data yang dikeluarkan oleh Bapenda Kabupaten Lingga, Sektor usaha sarang burung walet saat ini berjumlah lebih dari 200 buah. Dari jumlah tersebut, ditahun 2020 lalu Bapenda Lingga hanya berhasil menarik pajak sebesar 87 juta rupiah.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bapenda Kabupaten Lingga, Sumiarsih mengatakan pihaknya dalam menjalankan tugas memungut pajak disektor usaha sarang walet ini mengacu pada Peraturan Bupati (PERBUB) Lingga No.87 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Pengolahan Pajak Sarang Burung Walet.

Diterangkan bahwa harga standar yang sudah ditetapkan adalah sebesar 8 juta rupiah, dimana saat ini besaran pajak yang dikenakan ialah sebesar 10% per kg (sepuluh persen per kilogram).

Berita Terkait :  Kapolda Riau Terima Penghargaan Indonesia Award 2020

Jika dikalkulasi, nominal 87 juta rupiah yang diterima dari 200 usaha yang beroperasi dapat disimpulkan bahwa rata-rata setiap usaha sarang burung walet hanya memproduksi kurang dari 6 ons (0,6 kg) pertahun.

Sumarsih mengatakan kemungkinan situasi ini dapat terjadi sebab saat ini metode pemungutan pajak sarang burung walet masih menggunakan sistem self assessment, yakni pajak ditetapkan berdasarkan laporan hasil produksi dari pihak pengusaha, lalu Bapenda Lingga melakukan kalkulasi sesuai dengan yang sudah dirumuskan.

Untuk memaksimalkan penerimaan pajak disektor usaha sarang burung walet, Pihaknya (Bapenda Lingga) akan menggandeng beberapa instansi agar dalam realisasi ditahun 2021 dan seterusnya bisa lebih optimal.

Saat dimintai pendapatnya, Seorang Tokoh aktivis dari LSM Resamkala, Selamat Riyadi angkat bicara, beliau mengharapkan kepada pihak yang berkompeten dalam pengurusan Pendapatan dari sektor pajak terutama pada sektor pajak penerimaan sarang walet agar lebih meningkatkan pengawasan kepada pelaku sektor pajak agar dugaan penyelewengan data bisa lebih ditekan.

Berita Terkait :  Proyek Tanggul Penahan Ombak di Mukalimus Sawang Diduga Proyek Siluman

Menurutnya, metode dengan sistem self assessment yang dipakai oleh Bapenda Lingga saat ini saya nilai kurang efektif, sebab tingkat keakuratan data yang dilampirkan sangat rentan akan kesalahan yang bisa jadi tidak sesuai dengan fakta.

“Ketika statistik berbicara bahwa dalam setahun rata-rata usaha sarang walet di Kabupaten Lingga hanya mampu memproduksi sarang walet kurang dari 6 ons, saya kira hal ini menjadi tanda tanya besar”, ungkap pria yang kerap disapa Ria tersebut.**

(Ari)

Bagikan Artikel ini :

Komentar

Tinggalkan Balasan