oleh

Pemkab Natuna Gelar Rakor Penanganan Karhutla

NATUNA – Optimalisasi upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) seiring dengan masuknya musim kemarau di Natuna.

Dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten Natuna mengadakan rapat koordinasi terhadap instansi terkait di Kabupaten Natuna, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati di Bukit Arai, Selasa (02/02/2021).

Hendra Kusuma, Pejabat Sekretaris Daerah, Memimpin langsung dalam rapat mengatakan bahwa, rapat koordinasi tersebut diadakan karena adanya informasi mengenai beberapa titik api yang mulai bermunculan di beberapa wilayah di wilayah Kabupaten Natuna, untuk menghindari meluasnya titik api, dan pencegahan pembakaran lahan untuk di sosialisasikan kepada masyarakat.

“Belakangan ini di wilayah Natuna ada beberapa titik api, sehingga pihak Dinas Damkar kesulit untuk memasuki wilayah kebakaran, dalam hal akses jalan kendaraan,” terang Hendra.

Berita Terkait :  Polsek Kundur Tertibkan 30 Pelanggar Lalu Lintas

Dikesempatan yang sama, AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si. Selaku Kopolres Natuna mengatakan, saat ini Kabupaten Natuna sedang mengalami musim kemarau dan sebagian besar wilayah Natuna mengandung tanah gambut. pihaknya telah melakukan beberapa tahapan dan upaya dalam penanggulangan Karhutla di wilayah tugasnya.

“Tahap pertama memberikan sosialisai kepada masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar. Selanjutnya pada tahap kedua yaitu penanggulangan, yang apabila sudah ada titik api kita segera ikut melakukan pemadaman api. Dan tahap ketiga dengan melakukan penegakan hukum, tujuan nya agar memberikan efek jera dan pembelajaran untuk masyarakat” ujar Ike.

Kemudian lanjutnya, meminta kepada instansi kecamatan dan pemerintah desa, maupun masyarakat yang memiliki kendaraan yang berfungsi menyuplai air bersama-sama untuk membantu dalam memadapkan api, karena jumlah mobil yang dimiliki Disdamkar masih terbatas.

Berita Terkait :  Wanita Hamil 4 Bulan Tewas Gantung Diri

Selanjutnya, Syawal selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Natuna, mengatakan kebakaran lahan dan hutan, dalam penanggulangannya menjadi kewenangan BPBD, namun di Natuna sendiri belum memiliki Badan Penagulagan Bencana Daerah (BPBD) dalam hal ini pihaknya turut membantu. Pihaknya memiliki 2 unit mobil tangki, yang siap beroperasi.

Sedangkan yang 1 unit personelnya belum siap untuk di terjunkan, karena harus dilatih terlebih dahulu oleh teknisi yang berkompeten dan juga beluh serah terima operasional,” jelasnya.

Saat ini personelnya sebanyak 70 orang,yang terbagi 3 regu dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan Permukiman,

Camat beserta Kepala Desa, diharapkan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang larangan pembakaran hutan, akan mendirikan Posko didaerah-daerah yang di anggap rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.**

Berita Terkait :  Sengketa Tapal Batas Wilayah, DPRD Natuna Gelar Pertemuan Dengan Pemda dan BPN

(Rud).

Bagikan Artikel ini :

Komentar

Tinggalkan Balasan