Plt Kadinkes Kepri minta maaf terkait bocornya identitas pasien Covid -19 kepada publik

  • Bagikan

TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana menegaskan tidak ada kesengajaan terkait bocornya identitas pasien COVID-19 kepada publik.

“Hari itu salah kilaf. Saya salah masukkan data itu. Saya masukkan ke dalam grup Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri yang jumlahnya terbatas,” katanya di Tanjungpinang, Jumat (7/8).

Ia mengatakan sudah menjelaskan kepada polisi bahwa data tersebut bocor disebabkan dirinya masuk dalam sejumlah grup WhatsApp yang berhubungan dengan penanganan COVID-19.

“Saya sudah klarifikasi kepada pihak Polres Tanjungpinang, duduk permasalahan sebenarnya,” kata Tjetjep.

Tjetjep beberapa hari lalu diminta klarifikasi oleh penyidik Satreskrim Tanjungpinang terkait data hasil pemeriksaan swab yang diterbitkan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Berita Terkait :  Selewengkan Dana Covid-19, Polisi Ancam Pejabat dan Kades Hukuman Mati

Data pasien negatif dan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab di Laboraturium BTKLPP Batam pada 31 Juli 2020 bocor. Dalam data itu, antara lain terdapat nama anggota polisi di Polres Tanjungpinang yang positif COVID-19.

Seharusnya, kata dia, data itu diserahkan kepada staf yang sehari-hari membuat rilis perkembangan COVID-19 di Kepri, dan juga kadinkes kabupaten dan kota. Data itu memang harus diberikan kepada mereka agar dapat mengetahui perkembangan COVID-19, sekaligus membuat rilis sesuai ketentuan.

“Saya tidak memiliki niat negatif. Tidak memiliki motivasi apapun, kecuali melaksanakan tugas-tugas sesuai kewenangan saya. Ini sudah saya jelaskan kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Selain Tjetjep, pihak kepolisian mendalami kasus itu dari pejabat lainnya, seperti Plt Dirut Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri) dr Sandri.

Berita Terkait :  Covid-19, IKMTK bagikan sembako ke warga kurang mampu

Berdasarkan informasi yang diperoleh Antara, data pasien COVID-19 tidak hanya satu kali itu saja tersebar. Pada hari berikutnya juga ada data pasien COVID-19 yang tersebar, termasuk di dalamnya ada identitas Gubernur Kepri Isdianto dan staf Pemprov Kepri yang positif COVID-19.

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, data dari rilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang dipublikasikam hanya memuat identitas orang yang negatif COVID-19.

“Pasien positif COVID-19 hanya dihubungi oleh tim medis untuk mendapat penanganan,” kata Tjetjep.**

()

Bagikan Artikel ini :
banner 120x600
  • Bagikan