class="wp-singular post-template-default single single-post postid-5650 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured / Kepri / Nasional

Sabtu, 11 Maret 2017 - 10:54 WIB

Pulau Nipah Batuampar Strategis Menjadi Pelabuhan Jangkar Kapal Besar

Liputankepri.com,Batam – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan kembali menegaskan bahwa Pulau Nipah dan Pelabuhan Batuampar sangat strategis untuk menjadi pelabuhan yang mampu bersaing dengan negara tetangga.

Kedua tempat tersebut dianggap berpotensi karena memiliki kedalaman yang cukup untuk tempat labuh jangkar kapal-kapal besar.

“Pulau Nipah bagus karena area lego jangkarnya sedalam 15 meter. Begitu juga dengan wilayah lautan Pelabuhan Batuampar. Tinggal dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan mengenai teknis dan pengelolaannya nanti,” ujarnya saat meninjau Pulau Tolop, Kecamatan Belakangpadang, Jumat (10/3).

Luhut berkunjung ke pulau Tolop untuk melihat apakah pulau tempat pangkalan militer ini bisa menjadi salah satu kawasan industri.

Pulau Tolop merupakan basis dari pangkalan marinir penjaga wilayah perbatasan. Pulau seluas 8,6 hektare ini dijaga oleh 20 orang tentara angkatan laut yang siap siaga memantau selat Malaka.

Pulau ini memiliki satu dermaga, satu helipad yang berada di tengah pulau. Semakin kedalam, maka akan bisa melihat sekumpulan gedung tempat para marinir tersebut bertugas,seperti yang dilansir laman Jpnn.

Ada lima gedung yang terdiri tiga mes, satu ruang serbaguna, dan satu menara kontrol.

Di depan komplek bangunan terdapat tembok besar yang dilindungi lagi oleh tembok pemecah ombak. Sehingga pulau ini seperti sebuah benteng besar.

 Namun setelah melihat lebih dekat, ia mengaku lebih menyukai Pulau Nipah yang pernah dikunjunginya beberapa waktu yang lalu.Selain memiliki kedalaman yang cukup untuk menjadi pelabuhan transhipment, Pulau Nipah memiliki lokasi yang relatif cukup mudah untuk direklamasi. Sedangkan Pulau Tolop sulit untuk direklamasi karena berdekatan dengan Pulau Belakangpadang, walaupun pulau tersebut langsung berhadapan dengan Singapura.

“Semua bisa dikoordinasikan, namun salahnya kita tak pernah terintegrasi kerjanya,” jelasnya.

Sedangkan untuk Pelabuhan Batuampar, Luhut mengungkapkan merupakan salah satu target pembangunan. Ia mengatakan kapasitasnya yang dapat menampung banyak kapal tidak dapat diabaikan.

Sebelum memulai langkah baru dalam merancang industri baru, Luhut menegaskan saat ini fokus kementerian yang dipimpinnya adalah melakukan langkah terpadu untuk mengamankan wilayah perbatasan termasuk mengamankan Pulau Tolop.

“Hal yang terpenting adalah segera mengamankan wilayah perbatasan. Pulau Tolop adalah pulau terdepan saat ini,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Karimun

Danlantamal IV Tanjungpinang Kunker ke Kanwil DJBC Kepri

Berita

Kapolres Natuna bersama 35 Personel Berangkat menuju Pulau Serasan

Berita

Aksi Kapal BC 1288 Mengejar Speedboat Muatan Miras Impor Berujung Tabrakan

Batam

Aktivis Buruh Batam Dinyatakan Positif Covid-19

Featured

Tommy Soeharto Kembali di Panggil Polda Metro Jaya

Kep Meranti

Diduga Oknum Caleg DPRD Meranti 2019 Dari Partai PDIP Dan PKB Terancam Diskualifikasi

Featured

Berbekal Pinjaman Modal dari PT Timah Tbk, Kamarudin Bisa Tambah Alat Tangkap dan Kembangkan Usaha Kue Istri 

Ekonomi

Sejumlah Cabor Mulai Tentukan Balon Ketua KONI Meranti Periode 2019-2023
error: Content is protected !!