oleh

Segera Serahkan Pelaku, Atau Siap Perang Dengan Bea Cukai

Karimun – Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam menyayangkan atas tindakan yang dilakukan Bea Cukai pasca insiden penembakan terhadap Haji Permata.

Hal ini disampaikan Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin saat audensi di Aula Kanwil DJBC Khusus Kepri mengatakan, tidak semestinya ada penembakan sehingga menewaskan saudara kami Haji Permata.

Bukan itu saja katanya, dari pihak Bea Cukai tidak ada rasa belasungkawa sedikit pun kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kami peringatkan kepada pihak DJBC Khusus Kepri agar segera menyerahkan pelaku pembunuh itu kepada pihak yang berwenang. Kalau tidak, kami akan menyatakan siap perang dengan Bea Cukai. Apapun kami pertaruhkan”, tegas Masrur

Berita Terkait :  Polda Kepri Terima Laporan Soal Dugaan Pembunuhan Haji Permata

”Nyawa dibayar nyawa, darah dibayar darah. Kami orang Bugis Makasar tidak takut, tidak akan pulang sebelum berhasil”, ucapnya lantang Selasa (20/1/2021).

Kendati demikian, semestinya bapak sebagai pimpinan, datang ke Batam dan minta maaf kepada keluarga korban sebagai tanda belasungkawa, bukan malah membuat statmen dengan menyebar rilis bohong yang menyebar di media sosial,” terangnya.

Menurut dia, selesai ini, jangan ada lagi postingan di media sosial, jangan ada lagi press release dari Bea Cukai. Jangan ada yang salah ditutupi dengan alibi-alibi

“Seharusnya bapak sebagai pimpinan, datang ke Batam, minta maaf kepada keluarga korban sebagai tanda belasungkawa. Apapun alasannya, tembak mati tidak bisa dibenarkan,” sambungnya.

Berita Terkait :  Aksi Kapal BC 1288 Mengejar Speedboat Muatan Miras Impor Berujung Tabrakan

Menyikapi hal tersebut, Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto berjanji mengungkap kasus ini jikalau ada kesalahan didalam penindakan.

“Saya siap bertanggung jawab sebagai pimpinan jika nantinya dinyatakan bersalah dalam penindakan, dan bahkan saya siap dicopot dari jabatan serta dipecat,” ungkap Agus.***

(ura/ronal)

Bagikan Artikel ini :

Komentar

Tinggalkan Balasan