Tingkatkan Keselamatan Berlayar, TNI AL Gelar Sosialisasi Bagi Para Nelayan

  • Bagikan

liputankepri.com, Karimun – Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun, menggelar sosialisasi keselamatan berlayar bagi para nelayan yang ada di Kabupaten Karimun. Sekaligus menjalin komunikasi sebagai bentuk kepedulaian yang baik antara nelayan dengan pihak Lanal TBK.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Yos Sudarso, Mako Lanal TBK, Karimun, Rabu (15/11/2017), dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) TBK, Letkol Laut (P) Totok Irianto.

Danlanal TBK mengatakan, bahwa dalam berlayar diperlukan kewaspadaan dan utamakan keselamat, dan jika terjadi sesuatu saat melaut, segera melaporkan ke Instansi terkait. Karena setiap waktu kondisi cuaca di laut selalu berubah

“Silahkan langsung hubungi Lanal, Polair atau juga basarnas, atau juga juga petugas yang terdekat melaporkan kejadian di laut agar langsung dilakukan penanganan. Karena kondisi cuaca di laut tidak bisa di prediksi,” kata Totok.

Berita Terkait :  Wakapolres dan Empat Perwira Pejabat di Jajaran Polres Karimun Laksanakan Sertijab

Dirinya menjelaskan, Angkatan Laut khususnya Lanal TBK, senantiasa melakukan patroli rutin agar tidak terjadi kejahatan laut serta tindakan ilegal yang merugikan negara. Hal ini dikarenakan wilayah Lanal TBK berada di wilayah perbatasan.

“Tugas pokok Lanal TBK adalah melakukan patroli laut di perbatasan, mencegah terjadinya kejahatan laut. Lanal TBK juga di backup oleh Kapal Republik Indonesi (KRI) yang berlalu lalang dilaut perbatasan,” ujar Totok

Selain itu, Danlanal juga menghimbau kepada nelayan untuk melaporkan jika ada kapal asing yang melintasi wilayah perairan Karimun bagian dalam, sebab diduga kuat kapal ilegal.

“Kapal asing itu sudah ada lalu lintasnya, kalau ada yang melintas dijalur dalam, segera untuk melaporkan untuk segera diperiksa dan ditindak,” kata Danlanal.
Untuk nelayan yang menggunakan sampan sudah ada wilayah atau zona aman saat melaut, sekitar 12 mil dari bibir pantai.

Berita Terkait :  Bea Cukai dan Polis Diraja Malaysia gagalkan ekspor ilegal pasir timah

“Wilayah tetorial wilayah khusus nelayan yang pakai sampan, dan tidak boleh kapal besar menangkap ikan di wilayah tersebut, karena semua sudah diatur. Untuk kapal besar juga ada zona tersendiri untuk menangkap ikan,” ucap Totok.

Kegitan sosialisasi ini juga dihadiri Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Dandim (perwakilan), Kasat Polair Iptu Sahata Sitorus, Bakamla, KSOP, Basarnas, PSDKP, Dinas Perikanan dan Nelayan Kabupaten Karimun. (cp)

Bagikan Artikel ini :
  • Bagikan